RADAR BOGOR - Dalam unggahan di akun media sosial resmi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklarifikasi video yang membahas soal dirinya.
"Pagi hari ini, saya akan menyampaikan salam buat sahabatku lama, yang tahunan engga ketemu, yang memiliki channel, off the record FNN," ungkapnya.
Dedi Mulyadi menambahkan, pemilik channel tersebut menulis judul 'Dedi Mulyadi Ngibul, Klaim Tidak Tahu Acara Makan Gratis Tewaskan 3 Warga, Jejak Digital Engga Bisa Dibantah'.
"Justru di jejak digital itu jelas lho bang," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, video saat dirinya berbincang bersama putra sulungnya jelang pernikahan.
"Bahwa pada saat saya bicara dengan Aa Maula, di hari Senin tanggal 14 Juli 2025, di situ jelas, acaranya tanggal 18, jam 7 malam di halaman alun-alun Garut, bahasa saya di lapangan," jelasnya.
Dedi Mulyadi mengetahui acara makan-makan gratis akan dilaksanakan pada malam hari.
"Nah jadi, memang saya tahunya, acara itu malam, mangkanya ada kalimat, makan sepuasnya, tertawa sepuasnya," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat menekankan, kegiatan makan bersama warga akan berlangsung di depan Balai Niskala.
"Artinya, kegiatan makan bakso, makan mie ayam, makan sate, makan seblak di konter-konter UMKM, itu di halaman pinggir jalan, depan Balai Niskala," tuturnya.
Sementara, Dedi Mulyadi melanjutkan, peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut terjadi di dalam pendopo jam 13.00 WIB.
"Dari jejak diital itu, jelas bahwa pengetahuan saya, tentang kegiatan itu adalah hari Jumat, 18 Juli 2025, jam 7 malam di lapangan alun-alun Pemda Garut," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat merasa, tidak membohongi soal peristiwa tersebut.
"Buat abangku ya, jadi insyaAllah saya tidak ngibul, itu yang saya ketahui peristiwanya," ujarnya.
Dedi Mulyadi mengajak bersama-sama menjungjung tinggi aspek-aspek objektivitas setiap tayangan.
"Dan apabila abang engga percaya sama saya, nanti apabila ada panggilan dari kepolisian, Saya dimintai keterangan, saya ajak abang dampingi saya," jelasnya.
Gubernur Jawa Barat juga mengajak untuk meliput saat datang ke kepolisian.
Biar jelas bahwa, kita harus senantiasa menjunjung tinggi objektivitas dalam setiap hal," tandas Dedi Mulyadi.
Sebagai informasi, video terkait pernikahan anak Gubernur Jawa Barat yang berisi respon Dedi Mulyadi terkait peristiwa yang menelan korban jiwa ramai di media sosial.
Gubernur Jawa Barat menegaskan, dirinya sudah melarang adanya kegiatan makan yang melibatkan banyak orang.
Editor : Siti Dewi Yanti