RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan respon setelah muncul isu bahwa dirinya buang badan atas tragedi di acara syukuran pernikahan putranya yang menelan korban jiwa.
Dalam hal ini, Gubernur Jawa Barat memberi tanggapan terhadap sebuah video yang diunggah kanal YouTube Of The Record FNN yang berjudul "Dedi Mulyadi ngibul! Klaim tidak tahu acara makan gratis tewaskan 3 warga, jejak digitalnya tidak bisa dibantah".
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi, justru dengan adanya jejak digital tersebut masyarakat bisa tahu secara lengkap terkait percakapannya dengan sang putra, Maula Akbar saat membahas tentang acara syukuran itu.
Dedi mengatakan, bahwa dalam pembahasannya dengan Maula, acara hiburan rakyat tersebut akan digelar pada tanggal 18 Juli 2025 pada pukul 19.00 WIB.
"Justru jejak digital itu jelas loh bang, bahwa pada saat saya bicara dengan A Maula, di hari Senin tanggal 14 Juli 2025, di situ jelas acaranya tanggal berapa, tanggal 18, jam berapa, jam 7 malam," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi juga mengungkapkan kembali percakapannya dengan Maula terkait tempat untuk menyelenggarakan acara syukuran tersebut, yaitu di alun-alun Garut, Jawa Barat.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi hanya mengetahui bahwa acara tersebut akan dilaksanakan pada malam hari dan masyarakat diperbolehkan untuk mengikuti hiburan di sana.
Berbicara tentang makan gratis, Dedi juga menyebut bahwa kegiatan tersebut seharusnya dilaksanakan di pinggir jalan, tepatnya di depan Bale Niskala bukan di dalam area Pendopo Garut.
"Jadi, memang saya tahunya acara itu malam, makannya ada kalimat makan sepuasnya, tertawa sepuasnya.
Artinya kegiatan makan bakso, makan mie ayam, makan sate, makan seblak di konter-konter UMKM itu di halaman pinggir jalan depan Bale Niskala," ungkapnya.
"Jadi, peristiwa yang kemarin terjadi itu adalah di dalam pendopo jam 13 siang," sambung Gubernur Jawa Barat tersebut.
Sehingga dari jejak digital itu, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ia sama sekali tidak tahu kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada siang hari.
Dengan demikian, Dedi Mulyadi membantah bahwa dirinya berbohong atau buang badan dengan adanya tragedi yang menimbulkan korban jiwa tersebut.***
Editor : Alpin.