RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali memberikan pertolongan.
Ya, kali ini tiba-tiba Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didatangi seorang pria yang mengaku bernama Ridwan Kamil.
"Bapak teh dari mana? saya baru pulang acara presiden," tanya Gubernur Jawa Barat.
Ridwan Kamil tersebut mengaku, tinggal di kawasan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung.
Dedi Mulyadi menanyakan, alasan kenapa menemui dirinya.
Kepada Gubernur Jawa Barat, sambil menangis Ridwan Kamil mengaku istrinya baru melahirkan dan saat ini kekurangan biaya untuk pelunasannya.
Dedi Mulyadi menanyakan, kelahiran tersebut anak ke berapa.
Dengan gugup, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa itu adalah anak pertamanya, sedangkan bagi istrinya adalah anak ketiga.
Lebih lanjut ia mengatakan, mantan suami istrinya tersebut telah meninggal dunia.
Ridwan Kamil menjelaskan, selama lima bulan terakhir tidak bekerja dan setiap harinya hanya mengandalkan uang Rp20 ribu pemberian dari ayahnya hasil menjual baju bekas.
Sebelum melahirkan, Ridwan Kamil menjelaskan, istrinya sempat dibawa ke RSUD Welas Asih.
Saat awal datang, istrinya yang sudah mengalami pembukaan dua langsung dilayani.
Namun, kata Ridwan Kamil, selang beberapa waktu pihak rumah sakit menanyakan metode pembayaran apakah akan menggunakan BPJS, umum atau SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).
Ketika itu, Ridwan Kamil mengaku, akan menggunakan SKTM namun karena hari Sabtu dan kantor desa tutup sehingga meminta waktu sampai Senin.
Setelah Magrib, Ridwan Kamil diminta menemui petugas rumah sakit karena belum mendaftar.
Ketika itu, Ridwan Kamil mendapatkan penjelasan jika akan menggunakan SKTM Harus mendapatkan Acc dari Dinas Sosial.
Karena tidak mempunyai BPJS, maka akan masuk ke jalur umum dengan pembiayaan yang mahal.
Selanjutnya, Ridwan Kamil disarankan membawa istrinya ke bidan dengan perkiraan biaya yang lebih murah karena diprediksi akan melahirkan normal.
Akhirnya, Ridwan Kamil membawa istrinya ke salah satu bidan dan melahirkan di sana.
Yang menjadi permasalahan selanjutnya, Ridwan Kamil harus membayar biaya persalinan sebesar Rp2.750.000.
"Bapak waktu itu pegang uang berapa?," tanya Gubernur Jawa Barat.
Kepada Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil mengaku saat itu tidak mempunyai uang.
Namun, akhirnya mendapatkan pinjaman uang Rp500 ribu dari saudaranya.
Karena masih kekurangan uang, Ridwan Kamil mencoba menghubungi staf Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Akhirnya, curhatan Ridwan Kamil direspon staf Gubernur Jawa Barat dan bisa langsung bertemu Dedi Mulyadi.
Mendengar kisah tersebut, Gubernur Jawa Barat kesal dan berjanji menindaklanjutinya dengan langsung menelpon Direktur RSUD Welas Asih.
"Pak Dokter, pak Direktur ini saya tegur rumah sakit ya, ini di saya tuh ada pengaduan ada pasien sudah mau lahiran di situ karena dia tidak punya BPJS tidak punya SKTM akhirnya diminta dirawat lewat di bidan," tegas Dedi Mulyadi.
"Nah, karena kalau dirawat di rumah sakit katanya lebih mahal kalau masuk jalur umum. Logis sih, itu logis. Tetapi kemudian kalau dirawat di bidan pun akhirnya tidak punya biaya kan akhirnya jadi enggak bisa pulang di bidan," tutur Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan, sudah ada surat edaran Gubernur Jawa Barat bahwa tidak boleh ada rumah sakit yang tidak melayani pasien apalagi melahirkan.
Kalau tidak punya biaya, kata Gubernur Jawa Barat, nanti tinggal dilaporkan ke Gubernur Jawa Barat untuk dilakukan pembayaran.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, bisa melalui dana pribadi gubernur, bisa pakai Baznas, bisa pakai Bank Jabar Peduli.
"Ya, tolong itu bidang yang menangani bidang kebidanannya dipanggil," jelas Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menjelaskan, rumah sakit tersebut pembangunannya menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Barat puluhan miliar rupiah dan ke depan akan semakin banyak mungkin ratusan miliar rupiah dibangun dengan berbagai fasilitas.
Artinya, tegas Gubernur Jawa Barat, kalaupun ada pasien satu atau dua yang hanya Rp2 juta, Rp5 juta, Rp6 juta kan tidak sebanding juga dengan investasi yang diberikan.
"Ya, saya mohon itu dipanggil yang menangani ini tolong dicek. Judul rumah sakitnya Welas Asih, rumah sakit lambangnya rahim, cinta kasih, udah dirawat saja. Nanti kalau kurang duit kan bisa dibantu oleh Pemprov Jabar sebagai pemilik dari rumah sakit. Kan rumah sakitnya dibangun dengan dana pemprov dari awal sampai hari ini. Dari mulai pendirian yayasan sampai hari ini kan pakai dana pemprov ya. Tolong diperbaiki kinerjanya ya," tutur Dedi Mulyadi.
Mendapat perintah tersebut, Direktur RSUD Welas Asih berjanji akan menindaklanjutinya.
"Sudah rapat, sudah dikasih tahu, enggak boleh nolak. Siap, kita panggil," jelasnya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim