Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegas Tolak Cabut Larangan Studi Tour, yang Demo Pelaku Wisata, Bukan Wali Murid

Ummi Fadhilatul Mukarromah • Selasa, 22 Juli 2025 | 08:03 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

RADAR BOGOR – Ribuan pelaku usaha pariwisata turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Sate dan memblokade sebagian ruas Jembatan Pasupati.

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat yang melarang kegiatan studi tour bagi sekolah-sekolah di wilayah Jabar.

Para pengunjuk rasa berasal dari berbagai sektor industri pariwisata, mulai dari pengelola biro travel, sopir bus pariwisata, pengusaha rental, hingga pemandu wisata.

Mereka menuntut agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencabut SK larangan studi tour yang dianggap mematikan usaha mereka.

Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersikap tegas dan tidak goyah menghadapi tekanan tersebut.

Dilansir dari unggahan video Instagram @dedimulyadi71, dikatakan bahwa larangan yang dikeluarkan bukan ditujukan kepada sektor pariwisata secara umum, melainkan hanya membatasi kegiatan studi tour yang dilakukan sekolah.

“SK saya adalah SK studi tour. Yang dilarang itu adalah kegiatan studi tour, yang kemudian dengan demonstrasi itu menunjukkan semakin jelas bahwa kegiatan studi tour itu sebenarnya kegiatan piknik, kegiatan rekreasi,” jelas Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut bahkan mendapat dukungan dari Asosiasi Jeep Wisata asal Yogyakarta, khususnya pelaku wisata di kawasan Gunung Merapi.

Hal ini menunjukkan bahwa studi tour sekolah telah menjadi proyek wisata lintas daerah yang tidak lagi relevan dengan dunia pendidikan.

Keputusan larangan studi tour ini didasari niat untuk melindungi orang tua siswa dari beban ekonomi tambahan yang tidak perlu, yang memaksa siswa ikut serta meski tidak semua keluarga mampu secara finansial.

“Insyaallah, Gubernur Jawa Barat akan tetap berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya di luar kebutuhan pendidikan,” pungkas Dedi Mulyadi.

Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya menjaga agar pendidikan tetap fokus pada pembentukan karakter, penguatan nilai, dan pengembangan potensi siswa.

Meski menegaskan larangan studi tour, gubernur menyatakan tetap mendukung pertumbuhan industri pariwisata di Jawa Barat.

Namun, ia tetap berharap sektor wisata bisa berkembang dari pengunjung yang memang memiliki kemampuan finansial untuk berwisata.

“Semoga industri pariwisata tumbuh, sehingga nanti yang datang berwisata itu adalah orang luar negeri, orang-orang yang punya uang dan memang murni bertujuan melakukan kepariwisataan,” pungkas Dedi Mulyadi.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #study tour #gedung sate #gubernur jawa barat