RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru-baru ini menyampaikan tantantangan besar saat dirinya menjadi pemimpin tetapi tetap maju menjalankan amanah untuk memperbaiki Jabar.
Ungkapan tersebut sebagaimana tercantum dalam YouTube Lembur Pakuan Channel.
Di hadapan deretan pejabat daerah, Dedi Mulyadi mengakui bahwa dirinya sering sekali mendapatkan hujatan maupun ancaman karena niat tulusnya dalam memimpin Jabar.
“Saya memimpin pasti banyak tantangannya, saya memimpin dari dulu pasti banyak hujatannya, saya memimpin pasti banyak ancaman pada diri saya, kenapa?” tuturnya.
Kepala Daerah usia 54 tahun tersebut mengungkapkan alasan dirinya selama menjabat selalu berhadapan dengan tantangan besar.
“Karena saya memimpin bukan untuk diri saya sendiri, saya memimpin untuk anak cucu saya ke depan,” ungkap gubernur Jawa Barat.
Dedi menegaskan bahwa dirinya bukanlah pewaris, tetapi orang yang mendapat amanah untuk membawa Jabar jadi lebih baik.
“Saya bukan pewaris Jawa Barat, tapi saya adalah orang yang dititipi Jawa Barat untuk diperbaiki,” ujarnya.
Ia pun menyoroti tentang perubahan Perda terkait tata ruang di seluruh area Jabar yang mana perubahan fungsi lahan membuat bencana alam datang silih berganti.
“Perlu disampaikan perubahan Perda tentang Tata Ruang di Jawa Barat tahun 2022, telah menghilangkan 1,2 juta hektar tanah yang itu daerah hijau berubah semuanya jadi bangunan, jadi hotel, jadi resort, jadi daerah-daerah penambangan,” papar Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat juga kembali mengungkapkan bahwa adanya perubahan tata ruang tersebut, membuat dirinya selalu mendapat laporan hampir setiap hari seperti korban banjir maupun longsor.
“Apa yang terjadi? Tiap hari HP saya selalu berdering, ada kematian akibat longsor, akibat banjir,” jelasnya.
Bahkan Dedi Mulyadi juga menyebut bahwa uang puluhan miliar selalu keluar menangani permasalahan tersebut.
“Dalam setiap waktu saya sudah tahu berapa puluh miliar uang yang saya keluarkan,” ujarnya.
Meskipun demikian, gubernur Jawa Barat tersebut tidak pernah gentar terhadap tantangan untuk membenahi Jabar karena hal itu adalah wujud dari arah dan kesadarannya.
“Ini arah, ini kesadaran dan tidak ada lagi jalan bagi saya kecuali terus maju, tidak boleh berhenti,” ucapnya.
Komitmen kuat dalam membenahi Jabar, membuat seorang Dedi Mulyadi tidak pernah merasa takut sebab amanah mengembalikan alam pada asalnya memang harus dilakukan.
“Saya tidak takut apapun kenapa? Karena saya orang yang diamanahi oleh leluhur saya untuk mengembalikan kembali ini alam ke asalnya bukan alam yang asal-asalan,” pungkasnya.***