Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Soroti Perilaku Anak Orang Miskin Zaman Dulu dan Sekarang, Dedi Mulyadi: Sukses Berangkat dari Kepedihan

Mera Puspita Sari • Selasa, 22 Juli 2025 | 12:32 WIB

 

 

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkap perbedaan anak orang miskin dulu dan sekarang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkap perbedaan anak orang miskin dulu dan sekarang.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru-baru ini menyoroti fenomena perilaku anak orang miskin zaman dulu dan sekarang. 

Sebagaimana dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel, Dedi Mulyadi menyebut sebagian anak orang miskin saat ini memiliki berperilaku seperti orang kaya di tengah keterbatasan orang tuanya.

“Anak-anak orang miskin berperilaku orang kaya, pakai skincare, motor kreditan, ibunya sudah berbalut debu, anaknya bergaya di pinggir jalan, pakai headset, HP, nongkrong,” ungkap Dedi Mulyadi.

“Tiap hari ibunya stres bank emok, bank keliling, anaknya study tour, outing class, gagahnya luar biasa, asetnya menurun,” sambung gubernur Jawa Barat.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dukung Program TNI AD Manunggal Air, Targetkan Seribu Titik di Jabar

Lantas, Dedi menjelaskan perilaku anak-anak era 80-an dan 90-an yang kreatif hingga sukses.

“Era 80-an, era 90-an, anak-anak yang miskin itu kreatif dia kreatif tumbuh yang cari kayu bakar, yang jadi kuli pikul, yang ke sekolah jalan kaki, yang naik sepeda, ke sekolah bawa daun jati ke pasar dulu bawa tali, yang penting sekolah,” kata Dedi Mulyadi.

Semua hal tersebut menjadi kebiasaan, menurut Dedi karena mereka ingin tumbuh jadi anak-anak yang maju apalagi ada kebiasaan seorang ibu sebelum anak berangkat sekolah bikin pemicu semangat.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Terima Laporan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soal Kelas Rusak di SMAN 1 Tenjo, Dedi Mulyadi: Minggu Ini Mulai Dibangun

“Tumbuh menjadi anak-anak ingin maju karena apa? Sebelum pergi dari rumahnya, ibunya memeluknya dengan penuh cinta, pergilah nak tuntutlah ilmu, ibumu bodoh tidak tamat SD, tumbuh jadi generasi hari ini," ungkap Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu Dedi kembali menyampaikan bahwa anak-anak kurang mampu pada zaman dulu mereka tumbuh menjadi sukses salah satunya karena berangkat dari kepedihan.

“Kenapa dia? Dia berangkat dari kepedihan, tapi dia menebus kepedihan itu dengan kesuksesan,” ucapnya.

Dedi menilai saat ini justru banyak anak-anak kurang mampu cenderung memiliki kebiasaan suka nongkrong, kumpul dengan teman yang kadang menjerumuskan, tidak memiliki akses, sehingga membuatnya semakin ketinggalan.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat