RADAR BOGOR - Berseberangan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi justru Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengizinkan sekolah mengadakan study tour.
Sementara itu, massa yang merupakan pelaku usaha pariwisata juga sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Barat menuntut agar Dedi Mulyadi segera mencabut larangan study tour ke luar daerah.
Saat di balai kota, Farhan mengungkapkan, pihaknya memperbolehkan sekolah menyelenggarakan study tour tapi dengan sejumlah catatan.
Apalagi, Farhan menilai pertumbuhan perekonomian di Kota Bandung terutama pariwisata turun drastis sebab tidak adanya kunjungan wisatawan.
"Kebijakan kota mah tidak bisa melarang. Kebijakan kota mah simpel," jelas Farhan kepada wartawan.
Menurut farhan, study tour dilarang apabila dihubungkan dengan prestasi akademik.
"Berarti masih diizinkan untuk pergi keluar, asal tidak dikaitkan dengan prestasi akademik. Jadi, tidak boleh study tour yang wajib karena mempengaruhi nilai," tegas Farhan.
"Kalau tidak ikut maka wajib bikin tugas karena mempengaruhi nilai. Teu menang," sambung Wali Kota Bandung.
"Study tour mah study tour we. Tidak ada hubungan dengan nilai. Yang sanggup bayar, yang enggak sanggup enggak usah bayar," pungkas Farhan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim