RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertemukan pihak keluarga siswa yang mengakhiri nyawa sendiri di Garut dengan pihak sekolah dan wali kelas.
Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga menyebutkan, baik wali murid maupun pihak sekolah tidak menjenguk almarhum selama sakit sebulan.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan aspek yang rusak dalam pendidikan di Indonesia.
"Ya memang gini, Bu. dari sisi aspek kedekatan emosi ya kan ini yang rusak dalam pendidikan di Indonesia hari ini," ucapnya kepada sekolah dan wali kelas.
Menurut Gubernur Jawa Barat, hubungan emosional antara guru dan murid sudah mengalami kerusakan.
"Ini rusak karena pendekatannya semuanya akademis kemudian profesionalisme sehingga mengakibatkan guru dan muridnya hilang emosinya," tambahnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, hal ini yang tengah diperbaiki di Jawa Barat.
"Dari sisi aspek saya personal, manakala ada murid tidak masuk sekolah selama 1 bulan karena sakit, kalau dia seorang ibu, maka dia pasti berusaha untuk menengoki," pungkasnya.
Walaupun, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, posisi siswa yang sakit berada di rumah atau di rumah sakit.
"Apakah dia ada di rumah ataupun di rumah sakit. Kan gitu, Bu. Ini kan penting," tekannya.
Dedi Mulyadi menilai, siswa yang mengakhiri nyawanya sendiri mengalami masalah psikologi yang cukup lama.
"Berarti kan juga anak ini juga kehilangan sandaran. Kehilangan sandaran perlindungan terhadap dirinya bahwa dirinya tidak merasa ada yang perlindungan," jelasnya.
Salah satu pihak keluarga menuturkan, jika siswa tidak masuk selama tiga hari, maka ada inisiatif dari pihak sekolah untuk menengok.
"Dan sebenarnya saya juga kan berpengalaman sekolah di Kabupaten Garut ya, Pak. Biasanya 3 hari enggak sekolah sudah ada inisiatif dari teman. Bukan menjadikan alasan," ujarnya.
Pihak sekolah menerangkan, saat almarhum sakit, wali kelas sedang berada di rumah, karena tidak mengikuti acara pesantren yang diadakan di sekolah.
"Beberapa guru yang tidak ikut acara kegiatan pesantren kilat itu termasuk saya, standby di rumah gitu. Ada beberapa hari ada tidak ada di sekolah," ceritanya.
Editor : Siti Dewi Yanti