RADAR BOGOR - Ada banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai cukup kontrovesial hingga mendapat sorotan dari publik.
Salah satu kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menuai kontroversi adalah larangan study tour bagi sekolah di wilayah yang dipimpinnya.
Dalam video yang diunggah akun Instagram pribadinya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kasus IM, siswi asal Sumatera Utara yang harus keluar sekolah karena diduga tidak bisa ikut dalam kegiatan study tour bersama teman-temannya.
Menurut Dedi, peristiwa yang dialami oleh seorang siswi dari Sumut tersebut adalah gambaran bahwa study tour adalah kegiatan piknik yang dibalut dengan apik oleh pihak tertentu.
"Peristiwa yang dialami oleh pelajar di Sumatera Utara adalah gambaran bahwa study tour adalah piknik yang dibalut dengan apik," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyebut bahwa kegiatan tersebut bisa memberi efek psikologi kepada mereka yang tidak bisa mengikutinya karena keterbatasan biaya.
Menurutnya siswa yang tidak bisa ikut dalam kegiatan tersebut bisa merasa terasingkan dari lingkungan di sekolahnya, sehingga muncul rasa cemas dan takut untuk berbaur dengan teman-temannya.
Bahkan, beban psikologi yang dimiliki oleh siswa tersebut bisa membuatnya marah kepada orang tua hingga memutuskan untuk berhenti sekolah.
"Pada akhirnya melahirkan beban psikologi yang berat bagi dirinya dia bisa marah pada orang tuanya atau dia berhenti sekolah karena merasa malu di lingkungannya," ungkapnya.
Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat ini dengan tegas mengatakan tidak ada alasan untuk mengizinkan kegiatan study tour tersebut dilaksanakan.
Pria yang akrab disapa Bapak Aing itu memang sudah membuat surat edaran yang berisi tentang larangan kegiatan study tour di Jawa Barat.
Surat edaran tersebut diterbitkan oleh Pemprov Jabar pada tahun 2024 lalu hingga menimbulkan kontoversi hingga saat ini.
Di akhir video, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingat anak-anak Jabar untuk tetap semangat dalam belajar dan tidak boleh terpengaruh oleh kegiatan lain di luar sekolah.
Pria berusia 54 tahun itu juga menegaskan bahwa Jawa Barat adalah wilayah yang kaya raya sehingga peserta didik patut mensyukuri semua itu.
"Tidak mesti berbiaya, karena kita sudah diberikan anugrah luar biasa oleh Allah. Kita tinggal pada sebuah alam yang kaya raya," pungkas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim