RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kompak dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta masyarakat untuk menjauhkan fenomena pinjam melalui bank emok, dan berurusan dengan rentenir.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri PKP mendorong, agar masyarakat memanfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang dihadirkan Kementerian PKP bertajuk HOME.
Bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maruarar menjelaskan, layanan ini merupakan pembiayaan mikro perumahan yang diluncurkan lagar masyarakat memiliki akses renovasi rumah ataupun modal usaha secara legal, ringan, dan cepat.
Peluncuran layanan ini berlangsung di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat, bersamaan dengan penyerahan simbolis kunci rumah subsidi KPR FLPP.
Pelayanan ini juga menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM), khususnya bagi nasabah PNM Mekaar yang mayoritas merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Tidak hanya untuk renovasi rumah, Maruar menyebut, bahwa pelayanan ini juga bisa untuk mengembangkan usaha.
Pembiayaan Home, kata dia, memang dikhususkan keluarga prasejahtera, utamanya nasabah PNM Mekaar.
Dia juga mengatakan, pembiayaan ini juga khusus untuk nasabah yang ingin merenovasi rumah warga yang juga sebagai tempat usaha.
Sehingga, PNM bukan hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga mendampingi, melatih, hingga membantu nasabah untuk naik kelas bersama penyedia jasa keuangan yang aman.
“Jadi tidak usah marah-marah untuk menghadapi rentenir. Kita hadapi lewat Program Pembiayaan Mikro Perumahan yang prosesnya lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat untuk masyarakat. Sehingga nggak ada lagi masyarakat meminjam uang dari rentenir," jelas Maruarar.
Ia berharap dengan Pembiayaan Home masyarakat bisa meningkatkan perekonomiannya dan bisa menghuni rumah subsidi yang layak.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut, pembiayaan ini menjadi jawaban untuk pelaku usaha mikro, khususnya yang sudah punya tanah, tapi masih masuk dalam kategori rumah tidak layak huni (RTLH), dan namun belum mampu melakukan renovasi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga