RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui siswa penderita disabilitas yang sempat viral di media sosial bersama pembimbing dan Kepala Dinas Sosial Jabar Noneng Komara Nengsih.
Kepada Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggungkapkan target terkait masalah sosial yang terjadi di Jawa Barat.
"Kalau saya gini, soalnya saya punya target, punya target begini ini teknis ya, punya target begini," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, masih melihat anak di jalanan.
"Bapak-bapak bawa anak, pengemis bawa anak kecil, terutama di Kota Bandung, saya lihat," ungkapnya.
Tak hanya di Bandung, Dedi Mulyadi menjabarkan, di wilayah lain juga masih ada hal serupa.
"Enggak tahu sekarang masih ada enggak di perempatan Cikopo, Cikampek," sebutnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan agar pembelanjaan terkait masalah sosial di tahun selanjutnya atau perubahan anggaran diperbesar.
"Nah, maksud saya nanti di perubahan anggaran atau tahun depan belanjanya digedein, Bu," bebernya.
Dedi Mulyadi berujar, ingin membersihkan Jawa Barat dari orang-orang disabilitas yang ada di jalanan.
"Terus orang-orang yang minta-minta segala macam lah, itu gedein," ujarnya.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Gubernur Jawa Barat menanyakan lokasi untuk para pengemis agar tidak kembali di jalanan.
"Nah itu nanti kita nyimpannya harus di mana? Minta-minta misalnya cari alamatnya, sok balik deui," lanjutnya.
Pihak Dinas Sosial menyebutkan, Jawa Barat memiliki lokasi yang dimaksud Dedi Mulyadi.
"Kita itu punya sebetulnya, Pak yang saya sampaikan ke Bapak itu, warisan dari depsos," terangnya.
Gubernur Jawa Barat menerangkan, ingin menyelesaikan masalah sosial dengan dana bantuan sosial.
"Dana bantuan sosial kita dari dulu gede banget sama orang lain, tapi di kita sendiri kecil. Nah, maksud saya itu dibesarin aja, Bu," pungkasnya
Dedi Mulyadi berharap, penyelesaian masalah sosial bisa dikoordinasikan dengan daerah masing-masing.
"Saya ingin, kemudian dikoordinasikan dengan kabupaten kotanya juga kan ini rakyat mereka," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti