Salah satu warga bernama Fitria menyebut, jalur pedestrian di Kota Depok, khususnya di Jalan Margonda kurang ramah pejalan kaki. Sebab, kata dia, banyak motor parkir juga yang berjalan di jalur.
Ia mengatakan, jalur pedestrian di Margonda dan Pancoran mas nyaman digunakan saat CFD Kota Depok saja. Selebihnya harus berebut dengan pemotor yang bandel.
Ia mengatakan kesadaran masyarakat akan fungsi jalur pedestrian masih rendah.
"Iya, lebih ke kesadaran masyarakat saja, sudah jelas untuk pejalan kaki, tapi masih aja ada motor yang naik ke trotoar," tuturnya.
Senada dikatakan oleh Asyifa warga Depok lainya. Ditemui di depan Pesona Depok Estate, dia juga mengaku terganggu dengan banyaknya pemotor yang mengunakan jalur pejalan kaki.
"Kadang kami harus ngalah, padahal ini hak kami pejalan kaki," keluhnya.
Jalur Pedestrian Buntu Bahayakan Penyandang Tunanetra
Warga lainnya, Ferry asal Citayam menyebut, ada juga jalur pedestrian yang buntu yang bisa membahayakan penyandang tunanetra.
Seperti di Jalan Margonda, tepatnya di samping underpass Dewi Sartika.
"Paling bahaya yang ke arah Margonda, itu di tengah jalan, ujungnya buntu dan langsung mengarah ke tengah jalan, gak kebayang kalau ada penyandang tunanetra lewat dan langsung ke tengah jalan," kata Ferry warga Citayam saat ditemui Radar Bogor di Jalan Margonda.