RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berinteraksi dengan warga Kota Bogor pada Jumat, 25 Juli 2025 melalui gelarang Nganjang ka Warga.
Dalam acara tersebut, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan melarang Study Tour di lingkungan pendidikan Jawa Barat.
"Sabab judulna ge studi tur, hartina ari study teh diajar ari tour teh mamangkat (judulnya study tour, artinya study belajar, tour pergi)," tuturnya.
Baca Juga: Burung Hantu Terjerat Benang Layangan, Damkar Cianjur Tunjukkan Aksi Unik Bikin Salut!
Gubernur Jawa Barat memerintahkan, siswa sekolah SD, SMP, SMA di Bogor untuk pergi ke sungai untuk memungut sampah.
"Jadi budak sekolah di SD di Bogor, di SMP di Bogor, SMA di Bogor, mangkat kasusukan mulungan runtah caina diangkat," pungkasnya.
Air dari sungai tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan, dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.
"Eta cai ngandung komponen pencemaran naon, iyeu runtah aya bakteri naon? Nu kitu study tour (airnya mengandung komponen pencemaran apa? sampahnya mengandung bakteri apa? yang begitu disebut study tour)" ujarnya.
Gubernur Jawa Barat menjabarkan, study tour juga bisa dalam bentuk memperhatikan dan merekam gerakan tarian.
"Aya nu nari tadi direkam diperhatikeun gerakanana tarianana maknana nu kitu teh study tour (Ada yang menari, direkam dan diperhatikan gerakannya, dan makna tariannya, itu juga study tour)," tegasnya.
Dedi Mulyadi meminta agar semua guru harus kreatif.
"Studi tur teh lain naik bus mangkat ka Jogja, lain naik bus ka Solo, eta mah piknik (study tour bukan naik bus, berangkat ke Yogya, itu namanya piknik)," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan demo yang terjadi di depan kantornya beberapa waktu yang lalu.
"Ceuk urang ge urang mah teu kudu didemo (saya tidak perlu didemo," katanya.
Dedi Mulyadi menerangkan, kegiatan study tour yang dilarang, bukan piknik atau pariwisata.
"Matak ge aneh nu demo study tour, nu demona teh travel pariwisat (Oleh karenanya aneh, yang demo kalangan travel dan pariwisata," tekannya.
Gubernur Jawa Barat menegaskan, tidak melarang piknik bersama keluarga.
Dedi Mulyadi menekankan, jika piknik bersama keluarga jangan melibatkan sekolah.
"Sabab di nu sakolah euweuh kurikulum study tour (karena di sekolah tidak ada kurikulum study tour)," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti