RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi warga Sukabumi saat gelaran Nganjang ka Warga.
Dalam acara tersebut, Dedi Mulyadi bertemu dengan salah satu nenek berusia 60 tahun, yang masih tetap bersemangat.
Kepada Gubernur Jawa Barat Nenek tersebut menceritakan, suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan sudah tidak bekerja selama dua bulan.
Saat akan kembali ke tempat duduk warga, Dedi Mulyadi memanggil nenek itu kembali.
"Kadieu deui (Sini)," ucapnya kepada nenek tersebut.
Gubernur Jawa Barat pun langsung memberikan uang tunai yang berasal dari kantung celananya.
Baca Juga: Langkah Tegas untuk Alam Puncak: Evaluasi KSO PTPN, Pemerintah Prioritaskan Kelestarian Lingkungan
"iyeu teh emak enggeus ngalakonan sanajan emak bodo, emak bisa ngurus incu ditinggalkeun ku bapakna disakolahkeun 10-20 pikeun emak jadi aya hartina,"
"Ini, Emak sudah melakukan walaupun bodoh, emak bisa mengurus cucu yang ditinggal ayahnya, disekolahkan, 10-20 memberi emak ada artinya," tuturnya.
Dedi Mulyadi berpesan agar rezeki yang didapat digunakan sebagai bekal jika ada masalah, tidak boleh untuk foya-foya dan harus bisa dimanfaatkan.
Baca Juga: Anak-Anak Kota Bogor Bersuara, Sampaikan Lima Aspirasi Utama ke Wali Kota Dedie Rachim
"Iyeu rezeki Hade ulah di monyah-monyah kudu dimanfaatkeun, ulah dipake balanja teu paruruguh disimpen bekel engke anak incu emak aya masalah," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, uang untuk nenek tersebut akan digenapkan menjadi Rp40 juta.
"Iyeu artosna Rp22.250.000, ken bade dijejegkeun janten 40 juta tambahan Rp18 juta (Uangnya ada Rp22.250 ribu, ditambah Rp18 juta, jadi Rp40 juta)," tuturnya.
Nenek tersebut pun langsung menangis di pangkuan Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Tinjau Langsung Penyaluran BSU 2025, Begini Harapan Masyarakat
Berdasarkan pengakuan nenek asal Sukabumi tersebut, ia harus bekerja serabutan untuk bisa menyambung hidup.
Kepada Gubernur Jawa Barat, ia mengungkapkan, dua cucu dan satu anak yang masih bersekolah terkadang tidak diberi uang jajan karena keterbatasan.
"Tapi nu penting mah sakolah. Teu dibekelan budak daekeun sakolah angger (yang penting sekolah, anak tidak diberi bekal, tapi tetap sekolah)," imbuh Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menanyakan bagaimana biaya hidup, jika suami tidak bekerja.
"Aya weh anu kula-kuli emak kitu (Ada saja pekerjaan yang bisa dilakukan Emak," jawabnya.
Editor : Siti Dewi Yanti