RADAR BOGOR - Perhatian terus diberikan pemerintah daerah termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kepada petugas dalam menangani penyakit menular termasuk pasien.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, penyakit TBC, lepra hingga kusta harus mendapatkan perhatian pemerintah.
"Titik-titik penyakit yang rawan itu harus diintervensi," ucap Gubernur Jawa Barat saat bersama pejabat Pemda Kabupaten Subang dan Purwakarta.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, saat mengunjungi Bekasi menyampaikan kebijakannya adalah pemberian obatnya harus terus-menerus.
Selanjutnya, kata Gubernur Jawa Barat, ada tenaga yang mengawasi penderita TBC, lepra hingga kusta untuk memotivasi hingga mengedukasi.
Mereka adalah tenaga dari Puskesmas seperti bidan, perawat atau dokter.
Dedi Mulyadi menjelaskan, petugas diberi insentif bonus.
"Jadi kalau nanti sembuh itu dikasih bonus Rp1 juta per bulan kali kesembuhan," kata Gubernur Jawa Barat.
"Nah, kalau 12 bulan sembuh berarti dia dikasih Rp10 juta gitu loh," sambung Dedi Mulyadi.
Kemudian, pasiennya tersebut selama sakit diberu insentif Rp1 juta.
"Kalau saya Bekasi, Rp500 ribu dari bupati, Rp500 ribu dari gubernur," kata Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan, penyebab dari penyakit TBC, lepra, kusta itu adalah lingkungan.
Maka, sambung Gubernur Jawa Barat, rumahnya harus direhab.
Termasuk, sanitasi lingkungannya dipastikan bersih dan berjendela.
"Nah, ini penting pembangunan rumah baru itu, rumah sehat itu harus berjendela. Kalau tidak ada jendela, tidak ada tempat lari gitu. Nah, ini fokus," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim