RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat ditanya oleh sejumlah awak media mengenai larangan study tour di lingkungan sekolah Jabar.
Dedi Mulyadi menegaskan, kepala daerah harus mengerti makna study tour.
"Ini makna pendidikan. Artinya makna study tour itu adalah proses dilakukan study di luar sekolah yang sifatnya penelitian," ujarnya.
Baca Juga: IPB University Kukuhkan Guru Besar FEMA, Dorong Inovasi Kelembagaan Petani dan Desa
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, study tour bisa berupa meneliti vulkanik gunung berapi, daerah aliran sungai, sampah, dan sistem pengelolaan pupuk pestisida.
"Pupuk organik, kemudian meneliti ruang ruang-ruang yang ada yang bersifat di semesta, melihat bintang, melihat bulan," lanjutnya.
Dedi Mulyadi menilai, study tour harus menitik beratkan pada studi analisis, kemudian kunjungan kerja ke industri.
"Itu sebenarnya analisis studinya," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat juga sempat menyinggung demo yang dilakukan pekerja pariwisata, pengelola bis, dan pengelola travel.
"Itu menunjukkan bahwa study tour yang dilaksanakan selama ini adalah bertentangan dengan kalimat studi tournya dan itu pembodohan publik," tegasnya.
Baca Juga: Waduh, Underpass di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Kembali Jadi Sasaran Aksi Vandalisme
Dedi Mulyadi menekankan, pihak sekolah tidak boleh melakukan pembodohan kepada para siswa dan wali murid.
"Saya tidak boleh sekolah-sekolah di Jawa Barat membodohi siswa dan orang tuanya. Itu tegas saya," jelasnya.
Salah satu awak media menanyakan terkait fungsi pendidikan dari study tour
"Jadi, Pak kalau studi tour itu masih sesuai gitu dengan fungsinya fungsi pendidikan itu?" tanya wartawan.
Baca Juga: Momen Wali Kota Depok Supian Suri Dikerumuni Emak-Emak di TPA Cipayung: Pak, Foto Pak
"Iya. Tapi pada praktiknya penyimpangan kan, sebenarnya kalau melakukan studi bisa di dalam kotanya," imbuh Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menjabarkan, berbagai fasilitas terkait study tour sudah tersedia di daerah masing-masing Jawa Barat.
"Lab di puskesmas ada di rumah sakit ada, anak-anak jurusan biologi untuk menggunakan lab menganalisis mikroorganisme, menganalisis mikroba, virus tinggal ke rumah sakit," tandas Gubernur Jawa Barat.