RADAR BOGOR - Kritikan pedas diterima Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dari seorang wanita yang diduga adalah seorang guru.
Wanita yang diketahui bernama Popon Sumarni itu, mengkritisi kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penambahan jumlah siswa menjadi 50 orang per kelas yang diterapkan di sekolah negeri.
Kritikan terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut, dia sampaikan saat menghadiri acara reses anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PKS, Siti Muntamah atau yang akrab disapa Umi Siti.
"Riweuh pokona mah, berbagai persoalan itu numpuk, ini harus ditambah 50 anak arek kumaha ngajarna nya (Ribet pokoknya, berbagai perosotan itu numpuk, ini ditambah lagi dengan 50 anak, aku seperti apa mengajarnya)," ucap Popon.
Lebih lanjut, Popon juga mengkritisi terkait jam masuk sekolah yang menurutnya terlalu pagi, hingga membuat guru tidak sempat untuk mengurus anaknya sendiri.
"Guru harus mendidik anak lebih giat, lebih pagi. Ari anak sorangan teu ka urus (anak sendiri gak keurus)," sambungnya.
Merespons kritikan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih atas masukan terhadap kebijakan yang ia buat untuk pendidikan di Jabar.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya kepada guru tersebut karena begitu mencintai dunia pendidikan, terutama di wilayah Jabar.
Dedi mengungkapkan, menurut hasil pengamatan yang ia lakukan, dirinya mengenal Popon Sumarni itu adalah seorang dosen bukan guru Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Setelah saya menganalisis wajah ibu ternyata seingat saya dan sepengetahuan saya ibu adalah seorang dosen bukan seorang guru SMA," ucap Dedi Mulyadi.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi berharap agar Popon Sumarni menyampaikan kritikannya di forum ilmiah, bukan ketika acara reses anggota DPRD Jabar.
Menurut orang nomor satu di Jawa Barat itu, seharusnya Popon Sumarni menyampaikan narasi ilmiah terkait kritikannya tersebut karena statusnya yang kini menjabat sebagai seorang dosen.
"Sebaiknya ibu menyampaikan sebagai pengamat atau praktisi pendidikan yang bisa menyampaikan dalan bentuk narasi -masa ilmiah yang disampaikan dalam forum ilmiah," pungkas Gubernur Jawa Barat.
Demikian, itu respons Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait kritikan yang disampaikan oleh seorang wanita bernama Popon Sumarni.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga