RADAR BOGOR - Sistem lamaran kerja di Jabar yang dinilai kurang efisien dan efektif kembali mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Seiring dengan arus investasi yang semakin meningkat di Jawa Barat, Dedi Mulyadi akan membuat kebijakan terkait sistem lamaran kerja yang lebih mudah dan efisien.
Dalam video yang diunggah akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menegaskan kedepannya warga Jabar tidak perlu lagi melamar kerja datang langsung ke kantor perusahaan, karena sudah bisa melalui online.
Menurut Gubernur Jawa Barat, data masyarakat Jabar yang mencari kerja sudah ada di dalam sistem, sehingga mereka tidak perlu lagi repot untuk dagang membawa map lamaran pekerjaan.
Kebijakan ini akan segera dijalankan Pemprov Jawa Barat, lebih tepatnya yaitu dimulai pada bulan Agustus 2025 mendatang.
"Kita bukan Agustus ini sudah memberlakukan lamaran kerja tidak lagi manual tetapi masyarakat atau pencari kerja sudah ada dalam sistem data yang kita miliki di Dinas Tenaga Kerja provinsi dan Kabupaten/Kota," kata Dedi Mulyadi.
Dengan sistem seperti ini, perusahaan nantinya akan berkoordinasi dengan dinas terkait seandainya mereka membuka lowongan pekerjaan dan hal itu tentunya akan mempermudah proses rekruitmen pencari kerja.
Melalui sistem yang sudah dirancang dengan sangat baik, perusahaan hanya perlu melihat data para pekerja yang sesuai dengan kriteria yang mereka butuhkan.
"Perusahaan tinggal mengkoneksikan dan mereka kalau memiliki lapangan kerja atau lowongan kerja tunggal mengundang orang-orang yang punya kapasitas untuk bekerja di wilayah perusahaannya," ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Apabila pencari kerja sudah dinyatakan lulus baru mereka akan diminta untuk melengkapi persyaratan.
Menurut Dedi Mulyadi, hal itu akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh warga Jabar yang sedang mencari pekerjaan.
Dengan adanya kebijakan Dedi Mulyadi ini diharapkan tidak ada lagi pelamar kerja yang harus mengantre dan berdesak-desakan dalam proses lamaran atau interview kerja.***
Editor : Eli Kustiyawati