RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak terkait investasi.
"Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh warga Jawa Barat dan para Ketua RT RW, kepala dusun, aparat perangkat desa, kepala desa, lurah, camat.
"Para kepala dinas penanaman modal satu pintu di seluruh provinsi Jawa Barat, para bupati dan wali kota, saya mengucapkan terima kasih atas kerja samanya," ucapnya.
Dedi Mulyadi menuturkan, Jawa Barat menjadi provinsi yang banyak diinginkan oleh investor.
"Sampai bulan Juli 2025 ini, merupakan provinsi yang paling diminati oleh para investor," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, hingga saat ini modal yang masuk sampai di angka puluhan triliun rupiah.
Baca Juga: Dari Golden Boy ke Al-Nassr, Begini Akhir Kisah Joao Felix Si Penerus Ronaldo di Eropa
"Total modal yang masuk ke Jawa Barat sudah mencapai 72,5 triliun," pungkasnya.
Dedi Mulyadi menilai, hal ini dikarenakan penanganan yang baik.
"Menunjukkan bahwa seluruh kinerja yang dilakukan hari ini, menjaga iklim investasi dan berbagai gangguan premanisme.
Baca Juga: Es Cendol Legendaris di Ciomas Bogor Ini Laris Manis, Antrean Mengular Tiap Hari
"Dari berbagai gangguan hambatan-hambatan investasi, infrastruktur, dan sejenisnya, kita bisa menanganinya dengan baik," tekannya
Gubernur Jawa Barat berharap, investasi yang masuk bisa memiliki dampak terhadap terserapnya tenaga kerja.
"Dan kita bulan Agustus ini sudah memberlakukan lamaran kerja tidak lagi manual," jelasnya.
Namun, Dedi menambahkan, masyarakat atau orang pencari kerja sudah ada dalam sistem data yang kita miliki di dinas tenaga kerja provinsi, dan kabupaten, kota.
"Kemudian perusahaan tinggal mengkoneksikan dan mereka kalau memiliki lapangan kerja atau lowongan kerja, tinggal mengundang orang-orang yang punya kapasitas untuk bekerja di wilayah perusahaannya.
"Dan di berbagai daerah di seluruh provinsi Jawa Barat untuk dilakukan seleksi, setelah lulus atau dinyatakan terima, baru ngurus persyaratan," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat tidak ingin warganya mengeluarkan uang banyak sebelum diterima bekerja.
"Jangan sampai persyaratan dibuat, tidak lulus, mengeluarkan biaya yang banyak," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti