RADAR BOGOR - Pemkot Depok berencana bakal membangun Pembangkit listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Rencananya PLTSa itu bakal dibangun di Cipayung, Kota Depok.
Sejumlah persyaratan untuk membangun PLTSa tersebut juga terus disiapkan Pemerintah Kota Depok. Termasuk pembebasan lahannya.
Rencana itu disambut baik masyarakat Kota Depok. Mereka berharap dengan adanya PLTSa itu bisa mengatasi persoalan sampah.
"Iya, bagus, setuju, soalnya sampah masih jadi permasalahan yang belum tertangani di Kota Depok ini. Banyak TPS liar sampai banyaknya," kata Veronica, warga Depok saat ditemui Radar Bogor di Gedung Dibaleka, Rabu 30 Juli 2025.
Menurutnya, dengan beban sampah yang terus meningkat, dibutuhkan solusi konkrit untuk mengatasi sampah tersebut. "Jadi PLTSa ini bisa menjadi solusi jangka panjang," tuturnya.
Senada dikatakan Ferdiansyah warga Sukmajaya, Kota Depok. Ditemui Radar Bogor di Gedung Dibaleka, ia berharap PLTSa bisa segera terealisasi.
Mengingat volume sampah yang terus meningkat setiap harinya. "Bisa jadi solusi persoalan sampah di Depok," tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Depok, Supian Suri melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Cipayung Selasa 29 Juli 2025.
Dalam kunjungan kerja tersebut membahas perihal upaya mengelola sampah menjadi energi listrik melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Kepada Radar Bogor ia mengatakan, saat ini pemerintah Depok tengah mempersiapkan mengelola sampah menjadi energi listrik tersebut.
Kata dia ada Sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar Kota Depok dapat menjadi PLTSa tersebut.
Pertama harus memiliki Lahan minimal 5 hektare. Kedua, memiliki sampah minimal 1.000 ton per hari. Ketiga, alat transportasi yang mengangkut sampah dari masyarakat ke lokasi PLTSa.
"Keempat, pemerintah mewajibkan masyarakat membayar retribusi sampah," katanya kepada Radar Bogor Selasa siang.
Supian memaparkan, saat ini pemerintah Depok terus berupaya untuk bisa memenuhi seluruh persyaratan untuk membangun PLTSa tersebut. (faj)
Editor : Yosep Awaludin