RADAR BOGOR – Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, baru saja menunjukkan rasa bangganya di Instagram melalui akun pribadinya @dedimulyadi71.
Dedi Mulyadi berterima kasih atas keberhasilan Jawa Barat menarik begitu banyak investasi.
Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkat kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak, Jawa Barat berhasil menjadi provinsi paling diminati investor hingga bulan Juli 2025, dengan total modal yang masuk mencapai Rp72,5 triliun.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja samanya, sehingga Jawa Barat pada saat ini, sampai bulan Juli 2025, merupakan provinsi yang paling diminati oleh para investor. Total modal yang masuk ke Jawa Barat sudah mencapai Rp72,5 triliun,” ucap Dedi Mulyadi.
Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat paling bawah hingga paling atas.
Dedi Mulyadi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada:
- Ketua RT/RW
- Kepala dusun
- Aparat dan perangkat desa
- Kepala desa dan lurah
- Camat
- Kepala Dinas Penanaman Modal Satu Pintu
- Bupati dan wali kota
Kerja sama yang baik antara berbagai lembaga pemerintah adalah kunci utama keberhasilan Jawa Barat dalam menarik banyak investasi.
Ini juga membuktikan bahwa mereka mampu bekerja dengan baik dalam menghadapi berbagai masalah dan hambatan.
Meskipun investasi besar telah masuk, Gubernur Jawa Barat menekankan bahwa pekerjaan rumah belum selesai.
Prioritas utama selanjutnya adalah memastikan bahwa seluruh investasi ini berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.
Investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.
Inovasi Sistem Lamaran Kerja Digital
Untuk mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja, Jawa Barat telah mengambil langkah inovatif.
Mulai Agustus 2025, pelamar kerja di Jawa Barat tidak perlu lagi mengirimkan berkas fisik karena data mereka sudah tersimpan dalam satu sistem terpusat.
“Bulan Agustus ini sudah memberlakukan lamaran kerja tidak lagi manual. Tetapi masyarakat atau orang pencari kerja sudah ada dalam sistem data yang kita miliki di Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan kabupaten/kota,” lanjutnya.
Dedi Mulyadi menekankan satu hal penting dalam proses penerimaan karyawan: seleksi harus dilakukan di awal.
Artinya, pelamar akan menjalani proses seleksi dan dinyatakan lulus atau diterima, baru kemudian mengurus persyaratan administrasi.
Kebijakan ini sangat berpihak pada pencari kerja.
Tujuannya adalah untuk menghindari situasi di mana seseorang harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengurus berbagai persyaratan, namun pada akhirnya tidak lulus seleksi.
“Setelah lulus dan dinyatakan diterima, baru ngurus persyaratan. Jangan sampai persyaratan dibuat, tidak lulus, mengeluarkan biaya yang banyak,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dengan cara ini, beban finansial pencari kerja dapat diminimalisasi.
Keberhasilan menarik investasi adalah langkah awal, dan kini saatnya fokus memastikan investasi tersebut memberikan manfaat nyata, terutama dalam membuka lebih banyak peluang kerja.***
Editor : Eli Kustiyawati