Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Solusi Gubernur Jawa Barat Agar Kepala Desa Tidak Merasa Berdosa karena Didatangi Banyak Tamu, Dedi Mulyadi: Tinggal Manfaatin TikTok

Siti Dewi Yanti • Jumat, 1 Agustus 2025 | 07:33 WIB

Gubernur Jawa Barat saat mengungkapkan cerita tentang kepala desa
Gubernur Jawa Barat saat mengungkapkan cerita tentang kepala desa

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Menteri Desa) Yandri Susanto dan sejumlah pihak.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, ada beberapa hal mendasar yang menjadi perhatian desa.

"Yang pertama adalah desa itu rata-rata kepala desa tidak bisa menghadapi tekanan. setiap hari didatangin tamu. Apakah yang mengaku wartawan, yang mengaku yang mengaku LSM, yang mengaku ormas," ungkapnya.

Baca Juga: DIBUKA: Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2025 Tahap 2, Cek Syarat Lengkap dan Jadwal di Sini!

Sehingga, Gubernur Jawa Barat melanjutkan, jika kepala desa rajin, pengeluaran desa pasti banyak.

"Karena mereka rata-rata ke desa datangnya. Tidak banyak, Pak. Sehari datangnya 10 orang, pulangnya kali cepek berarti Rp1 juta," jelasnya.

Dedi Mulyadi menyebutkan hal tersebut terjadi kareka kepala desa merasa berdosa.

Baca Juga: Wakil Bupati Bogor Hadiri Rapat Paripurna di Bogor: Bahas Perubahan APBD 2025 dan Pertanggungjawaban APBD 2024

"Kenapa ngerasa dosa? Karena tidak berani transparan. Nah, ketransparanan ini hari ini hanya digambarkan pasang sepanduk," ujarnya.

Menurut Gubernur Jawa Barat, saat ini kepala desa bisa memanfaatkan platform media sosial.

"Tinggal manfaatin TikTok, tinggal manfaatin YouTube, tinggal manfaatin IG. Ya sebutin aja anggarannya. anggarannya disebutin, peruntukannya disebutin," tambahnya.

Baca Juga: Seleksi PPPK Guru 2025 Dibuka! Ada 853 Formasi di Sekolah Rakyat, Ini Rincian Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Dedi Mulyadi menjelaskan, Provinsi Jawa Barat saat ini memiliki dua kebijakan.

"Yang pertama adalah seluruh belanja di Desa e-budgeting, Pak. Tidak boleh ada dana tunai," jabarnya.

E-budgeting, Gubernur Jawa Barat menerangkan, seluruh alokasi anggaran akan ditransfer.

"Nah, ini kan sebenarnya memudahkan dalam pengontrolan aplikasinya itu," bebernya.

Baca Juga: Kota Bogor Bersiap Sambut Masa Depan: RPJMD 2025-2029 Disetujui, Fokus pada Kesejahteraan dan Daya Saing

Kemudian, Dedi Mulyadi melanjutkan, jika ada orang datang, kepala desa hanya perlu memperlihatkan anggaran,

"Kita enggak bisa ngasih karena sudah posisinya ini, peruntukannya ini, mau cari ke mana lagi enggak ada sebenern

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #kepala desa