Bertemu Kades Hoho Alkaf, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Kepala Desa di Jabar Kirim Perwakilan untuk Belajar Tentang Ini ke Purwasaba
Asep Suhendar• Jumat, 1 Agustus 2025 | 16:20 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat bertemu dengan Kades Hoho.
RADAR BOGOR - Hoho Alkaf atau yang akrab disapa Kades Hoho kembali bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kali ini di kediaman pribadinya, Lembur Pakuan, Subang.
Kades Hoho yang dikenal dengan gayanya yang cukup nyentrik itu menyampaikan kepada Dedi Mulyadi bahwa ia siap berkolaborasi dengan para kepala desa di Jawa Barat.
Dalam hal ini, Dedi Mulyadi meminta beberapa kepala desa di Jabar agar mengirimkan perwakilannya untuk belajar mengelola peternakan ayam ke Purwasaba, salah satu desa di Banjarnegara, Jawa Tengah yang dipimpin oleh Kades Hoho.
"Nah, ini para kades di Jabar nanti belajar ke Purwasaba tapi bukan kadesnya yang belajar, kirim orang lain orang untuk di sana di latih mengikuti proses pengelolaan peternakan ayam telor," kata Dedi Mulyadi.
Kepala desa yang identik dengan seni tato di tubuhnya itu memang cukup inovatif di dalam mengembangkan potensi usaha yang ada di desanya.
Di samping itu, Kades Hoho juga menyampaikan curahan hatinya kepada Dedi Mulyadi terkait banyaknya kepala desa yang datang ke wilayahnya hanya untuk foto-foto saja.
Hoho sebenarnya berharap para kades yang datang ke wilayahnya tersebut selain untuk foto-foto juga belajar tentang pengelolaan ayam petelur, sehingga bisa dikembangkan di desanya masing-masing.
"Jadi kebanyakan itu, temen-temen kades dari mana pun dari luar Jawa, sekalipun datang ke Purwasaba itu kebanyakan cuma pengen lihat saya, kepengen foto aja," kata Kades Hoho.
"Habis itu tidak ada pergerakan, padahal kita itu tidak pelit untuk berbagi ilmu pak Dedi. Maksud saya kalau mau belajar, belajar dulu yang serius," sambungnya.
Menyikapi hal itu, Dedi Mulyadi lantas mengatakan bahwa lima orang perwakilan dari desa di Jabar itu bisa didampingi langsung oleh kadesnya masing-masing.
Bukan hanya akan diberikan ilmu tentang pengelolaan ayam petelur saja, tapi juga cara mengelola lele dan administrasi manajemen bumdes, tujuannya agar bumdes di Jabar bisa menghasilkan keuntungan.
Kepada Dedi Mulyadi, Kades Hoho mengungkapkan bahwa keuntungan dari bumbes yang ia dan jajarannya kelola bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp2 miliar per tahun.
Keuntungan tersebut digabungkan dengan dana desa untuk membangun kolam renang dan fasilitas lain yang ada di desanya.
Dedi Mulyadi lantas memberikan apresiasi karena dengan pengelolaan yang baik desa bisa menjadi mandiri dan meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
"Itu nanti desanya mandiri duitnya muter," jelas gubernur Jawa Barat.***