Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jawa Barat Targetkan Akhir Tahun Ini Zero Open Dumping, Sekda Pacu Replikasi Teknologi RDF di TPA

Kholikul Ihsan • Jumat, 1 Agustus 2025 | 20:06 WIB
Sekda Jabar, Herman Suryatman saat meresmikan operasional TPSA Cimenteng di Sukabumi.
Sekda Jabar, Herman Suryatman saat meresmikan operasional TPSA Cimenteng di Sukabumi.

RADAR BOGOR - Komitmen Pemprov Jawa Barat dalam mengatasi masalah sampah semakin tegas.

Sekda Jabar, Herman Suryatman, menargetkan pada akhir tahun ini tidak ada lagi Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) yang menggunakan metode open dumping atau penimbunan terbuka.

Sebagai gantinya, 18 kabupaten/kota di Jabar didorong untuk mengadopsi teknologi Refused Derived Fuel (RDF), sebuah solusi inovatif yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

RDF: Solusi Lingkungan dan Ekonomi

Herman Suryatman menyampaikan hal ini usai meresmikan operasional TPSA Cimenteng di Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (31/7/2025).

TPSA Cimenteng menjadi percontohan ideal karena sudah mengoperasikan fasilitas RDF, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara.

Teknologi ini menawarkan dua manfaat utama yaitu:

* Keberlanjutan Lingkungan: Mampu mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mempercepat pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

* Nilai Ekonomi: Sampah memiliki nilai jual. Menurut Herman, biaya produksi RDF di TPSA Cimenteng sekitar Rp200 ribu per ton, sementara harganya di offtaker bisa mencapai Rp300 ribu per ton.

Selisih harga Rp100 ribu per ton ini menunjukkan adanya potensi ekonomi yang menjanjikan.

Kunci Sukses Replikasi: Sinergi dengan Industri

Herman menuturkan, kunci sukses implementasi teknologi RDF adalah menjalin kerja sama erat dengan industri yang berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil olahan sampah.

Di TPSA Cimenteng, kerja sama strategis ini terjalin dengan PT Semen Jawa, yang sekaligus menjadi pengelola fasilitas.

"Ini contoh yang baik di Kabupaten Sukabumi, kita akan dorong replikasi di daerah lainnya. Kuncinya ada di kerja sama dengan offtaker," jelas Herman.

Ia menambahkan bahwa model ini memastikan rantai pengelolaan sampah berjalan lancar, dari pengolahan hingga pemanfaatan.

Target Ambisius untuk Lingkungan Jabar

Target Herman tidak berhenti di 18 kabupaten/kota saja. Pemprov Jabar juga berencana menerapkan teknologi RDF di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Sampah Akhir (TPPAS) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan TPPAS kelolaan provinsi.

Ini menunjukkan komitmen menyeluruh dari pemerintah provinsi untuk menyelesaikan permasalahan sampah secara holistik dan terpadu.

Dengan replikasi TPSA Cimenteng, diharapkan Jawa Barat dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah modern di Indonesia, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari sampah.***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#jawa barat #sampah #jabar #sekda