RADAR BOGOR - Sebuah video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sedang bagikan motor kepada masyarakat mendadak viral di media sosial.
Banyak pengguna internet langsung mempercayai dan menyebarkan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagikan motor tersebut tanpa verifikasi.
Namun setelah dilakukan penelusuran dan analisis menggunakan perangkat deteksi AI, seperti Hive Moderation, diketahui bahwa video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bagikan motor merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Tak tanggung-tanggung, hasil probabilitas mencapai 99,8 persen.
Artinya, video itu bukan kejadian nyata, melainkan konten buatan yang dimanipulasi agar tampak seolah-olah benar.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax turut melakukan penelusuran lanjutan melalui pencarian kata kunci “bantuan motor Dedi Mulyadi” di Google serta memeriksa akun media sosial resmi milik Dedi Mulyadi, seperti Instagram @dedimulyadi71 dan TikTok @dedimulyadiofficial.
Nyatanya, Tidak ditemukan adanya informasi resmi maupun unggahan dari Dedi Mulyadi yang dapat memverifikasi kegiatan pemberian bantuan motor tersebut
Karena itu, unggahan video viral ini masuk dalam kategori imposter content atau konten tiruan, yakni jenis hoaks yang meniru sumber asli untuk menciptakan kesan kredibilitas palsu.
Untuk diketahui, imposter content hanyalah satu dari tujuh jenis misinformasi dan disinformasi yang sering beredar di internet, yaitu:
1. Fabricated Content: Konten baru yang sepenuhnya palsu dan sengaja dibuat untuk menipu atau merugikan.
2. Manipulated Content: Konten asli yang telah dimodifikasi, diedit, atau dipalsukan untuk menciptakan kesan tertentu yang salah.
3. Imposter Content: Ketika sebuah sumber resmi atau kredibel ditiru demi menipu audiens.
4. False Context: Gambar atau informasi yang sebenarnya autentik namun disajikan dalam konteks yang keliru sehingga membingungkan atau menyesatkan.
5. Misleading Content: Informasi yang benar tapi disusun atau disampaikan dengan cara yang menyesatkan untuk menggiring opini tertentu.
6. False Connection: Ketika judul, gambar, atau narasi yang ditampilkan tidak selaras atau tidak mencerminkan isi asli dari konten yang disajikan.
7. Satire or Parody: Konten yang dibuat untuk tujuan humor atau sarkasme, namun bisa mengelabui jika tidak dikenali sebagai parodi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga