RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mengunggah momen saat Ni Hyang belajar mengenal alam dan budaya masyarakat Sunda secara langsung.
Kali ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membiarkan Ni Hyang untuk belajar menyiangi rumput di pada petakan padi di sawah atau yang biasa disebut dengan istilah "Ngarambet".
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram pribadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, terlihat Ni Hyang turun langsung ke sawah untuk membantu pekerja mencabut rumput yang ada di sela-sela padi.
"Yah, Ni Hyang ngarambet, wah ngarambet Ni Hyang," kata Dedi Mulyadi dibarengi dengan gelak tawa.
Gubernur Jawa Barat itu nampak begitu senang saat melihat sang anak tidak takut untuk kotor-kotoran dan berbaur dengan petani yang ada di tempat tersebut.
Gadis yang berusia 6 tahun itu nampak begitu kesulitan saat akan melangkah. Pasalnya, sepatu boat berwarna hijau yang ia kenakan terselip di dalam lumpur sawah yang cukup dalam.
Anak Anne Ratna Mustika itu lantas dibantu oleh salah satu pekerja di sawah tersebut, termasuk untuk membuang air yang sudah masuk ke dalam sepatunya.
"Sok, ambil ngarambet deui terus," ucap Gubernur Jawa Barat itu.
Baju dan celana gadis bernama lengkap Hyang Sukma Ayu itu terlihat begitu kotor dipenuhi dengan lumpur sawah.
Kendati demikian, hal itu menjadi pengalaman yang cukup berharga bagi Ni Hyang.
Meski sudah dibantu, Ni Hyang masih terlihat kesusahan untuk berjalan di atas lumpur yang hampir sedalam betisnya itu. Sang ayah lantas meminta putri kesayangannya tersebut untuk mengangkat kakinya.
"Berat, angkat deui sampeanna angkat (Berat, angkat lagi kakinya angkat)" ujar Dedi Mulyadi.
Momen Ni Hyang belajar menyiangi rumput di sawah sontak mendapat banyak komentar dari warganet.
Ada yang mendoakan kesehatan hingga memuji putri Gubernur Jawa Barat itu.
"Sehat dan bahagia selalu Ni Hyang," tulis seorang warganet mengomentari video tersebut.
"Si cantik senang main di sawah," timpal netizen lain juga ikut berkomentar.
Di sisi lain, ada juga netizen yang menuliskan komentar bahwa di zaman sekarang sudah jarang anak yang mau turun ke sawah untuk membantu pekerjaan orang tuanya.
"Murangkalih ayena mah tos teu aya anu nandur di sawah, ngarambet ngabantosan sepuhnya (Anak sekarang sudah tidak ada yang tandur di sawah, menyiangi rumput di sawah membantu orang tuanya)" tulis netizen yang lain.
Sementara itu, warganet yang lain juga memberikan komentar terhadap Dedi Mulyadi yang tidak memanjakan anaknya dan membiarkan Ni Hyang mengenal alam sekitar.
"Sumpah ini gubernur terbaik di Indonesia," tulis seorang warganet dalam kolom komentar postingan tersebut.