Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Beri Pesan Khusus kepada Guru Matematika se-Jabar, Dedi Mulyadi: Ada Hal yang Jadi Problem Anak-anak Kita Hari Ini

Asep Suhendar • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:05 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan siswi SMP asal Garut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan siswi SMP asal Garut.

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan pesan khusus kepada guru matematika se-Jabar saat ia bertemu dengan seorang siswi SMP asal Garut.

Dedi Mulyadi menyampaikan pesan agar guru matematika di seluruh Jawa Barat lebih memperhatikan kemampuan berhitung siswa-siswinya karena dinilai masih kurang maksimal.

“Buat guru-guru SMP, guru-guru matematika di seluruh Jawa Barat, ada hal yang menjadi problem anak-anak kita hari ini. Tergantung pada kalkulator, saraf ininya tidak terlatih. Ini penting, ini harusnya kelas 6 SD,” kata Dedi Mulyadi.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi setelah ia menguji kemampuan berhitung siswi SMP bernama Keysa yang beberapa waktu lalu diundang untuk datang ke kediamannya di Lembur Pakuan, Subang.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi memberikan beberapa soal perkalian dan penjumlahan kepada siswi tersebut.

Ketika Dedi Mulyadi memberikan soal yang cukup sederhana, yaitu penjumlahan, siswi bernama Keysa itu masih belum tepat memberikan jawabannya.

“Empat tambah empat,” tanya Gubernur Jawa Barat.

“Enam belas,” jawab Keysa sambil berpikir cukup lama untuk menentukan jawaban yang akan ia berikan.

Mendengar jawaban yang keluar dari mulut siswi tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengulangi pertanyaan serupa beberapa kali.

Anak SMP itu masih tetap memberikan jawaban yang sama dan merasa yakin jawabannya tersebut benar. Padahal, jawaban yang ia berikan dinilai tidak tepat.

Sampai akhirnya, ia baru sadar bahwa soal yang diberikan oleh Dedi Mulyadi adalah penjumlahan, bukan perkalian.

Keysa akhirnya bisa memberikan jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut.

“Oh, delapan,” ujar Keysa.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu lantas mengatakan bahwa kemampuan matematika dasar dari anak tersebut harus diperbaiki.

Ia menyebutkan salah satu metode menghafal perkalian zaman dahulu yang dinilai cukup efektif.

“Nah, ini matematika dasarnya harus diperbaharui. Yang gini-gini kan dulu ada raraban (metode hafalan perkalian) belajar SD-nya,” pungkas Dedi Mulyadi.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #garut #guru matematika