RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal membuat kebijakan baru di dunia pendidikan khususnya bagi sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Seperti diketahui Dedi Mulyadi sudah menerapkan berbagai aturan bagi para pelajar terutama tingkat SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangannya, mulai dari mengirim siswa ke barak militer untuk menjalani pendidikan kedisiplinan hingga menerapkan aturan jam malam.
Nah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kembali akan menerapkan kebijakan di dunia pendidikan yakni yang berkaitan dengan ketertiban lalu lintas.
Aturan tersebut bakal diterapkan di Jabar lantaran sang kepala daerah melihat banyak pelajar yang melanggar aturan lalu lintas seperti tidak memakai helm, boncengan tiga orang, hingga balapan liar.
Menurut Dedi Mulyadi alasan siswa tersebut tidak mau pulang setelah menjalani pendidikan di barak militer yakni karena problemnya di rumah mulai dari kondisi orang tua hingga lingkungan sekitar.
"Jadi kalau saya simpulkan adalah ketika anak-anak pulang dari barak lingkungan keluarga tidak mendukung, lingkungan masyarakat hari ini sudah bukan lagi habitat yang layak untuk anak-anak tumbuh dengan baik dan perlu kan ketegasan, jam 9 harus tidur jam malam," jelas Dedi Mulyadi.
Sehingga kata Dedi Mulyadi harus ada aturan untuk menyelesaikan berbagai masalah di dunia pendidikan khususnya di Jawa Barat termasuk yang berkaitan dengan peraturan lalu lintas.
"Mohon maaf ya saya itu dicaci maki orang gara-gara mengefisienkan anggaran hanya untuk anak-anak bisa sekolah di Jawa Barat, dengan berbagai daya yang saya miliki. Nah, kemudian uang yang saya gunakan maka anak-anak yang dihasilkan menghabiskan uang untuk merokok, untuk balapan, kan ini harus dirubah," ungkapnya.
Editor : Eka Rahmawati