Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Blak-blakan Gubernur Jawa Barat Tak Gentar Meski Dicaci Maki, Dedi Mulyadi: Ditangisi saat Pergi

Khairunnisa RB • Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:34 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat hadir dalam podcast Deddy Corbuzier.


RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kritik, hujatan, dan serangan politik tidak akan menghentikannya untuk terus bekerja untuk rakyat dan memimpin Provinsi Jawa Barat.

Dalam percakapan dengan bersama Deddy Corbuzier di podcast “Close The Door”, dengan gaya khasnya Dedi mengaku menikmati perjalanan politiknya meski tak jarang dibumbui makian.

“Tapi Akang enggak jera dengan semua kritik, kata-kata makian, atau serangan dari mana pun—politik, media?” tanya Deddy di YouTube Deddy Corbuzier.

“Enggak,” jawab Dedi mantap.

"Tetap akan lanjut terus saja dengan gaya saya, dinikmati,” lanjutnya.

Baca Juga: Soal Wacana Maju Jadi Gubernur Jakarta, Begini Jawaban Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Dedi mengaku justru semakin kuat karena keyakinannya bahwa waktu dan tindakan nyata akan berbicara lebih keras daripada ocehan para pengkritik.

Mertua Wakil Bupati Garut Putri Karlina itu kemudian menyambung, “Sepengetahuan saya, pemimpin yang banyak dicaci maki ketika saat memimpin, nanti ketika dia berhenti dan meninggalkan legacy, dia justru akan ditangisi.”

Selama ini, Dedi Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang tidak segan turun langsung ke lapangan dan sering terlihat berinteraksi dengan warga secara spontan, bahkan di tempat-tempat yang tidak terduga.

Gaya komunikasinya yang dekat dengan masyarakat membuatnya dicintai sebagian kalangan, tetapi juga menjadi sasaran kritik oleh mereka yang tak sejalan.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mau Bikin Aturan Baru, Pelajar Wajib Tanda Tangan Siap Taati Peraturan Lalu Lintas

Namun, alih-alih membalas atau berupaya meredam kritik secara defensif, Dedi memilih tetap melangkah maju dengan prinsip yang ia pegang, kerja nyata dan membela kepentingan masyarakat.

Sekeras apa pun beragam kritik itu, Dedi Mulyadi mengaku jika ia bekerja dengan hati dan ingin meninggalkan jejak yang tulus, maka masyarakat akan mengenang kebaikannya di kemudian hari.

“Yang penting bagi saya, ada yang bisa dikenang, bahwa saya pernah ada dan pernah berbuat,” ungkap gubernur Jawa Barat.

Dedi tidak memungkiri bahwa dunia politik penuh tekanan, tetapi ia menolak untuk menjadi politikus yang pragmatis dan ‘main aman’ dan justru merasa tertantang untuk tetap jujur, meski itu berarti melawan arus.

Dedi Mulyadi juga mengajak pemimpin muda untuk tidak takut dibenci, selama yang dilakukan adalah benar.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat