RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi belum lama ini mengungkapkan lima wilayah di Jabar yang dinilai sampai saat ini masih kekurangan sekolah negeri.
Dedi Mulyadi mengatakan, kekurangan tersebut diketahui setelah ia membuat kebijakan terkait penambahan jumlah siswa per kelas menjadi 50 orang.
Lalu, wilayah mana saja yang dimaksud Gubernur Jawa Barat tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.
Menurut Dedi Mulyadi, dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram pribadinya Instagram @dedimulyadi71, kelima wilayah yang ia maksud salah satunya adalah Kabupaten Bogor.
Selain itu, Dedi juga menyebut Keempat wilayah yang lain yang juga masuk ke dalam kategori daerah kekurangan sekolah negeri, yaitu Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi
"Saya sampaikan kekurangan sekolah negeri di Jawa Barat itu yang terjadi penambahan jumlah siswa itu terjadi paling banyak justru di Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor," ungkap Dedi Mulyadi.
Tidak berhenti sampai di situ, Gubernur Jawa Barat itu juga mengungkapkan penyebab kurangnya sekolah negeri di wilayah Jabar tersebut.
Menurut Dedi, jumlah lulusan SMP di kelima darah yang ia maksud tidak sebanding dengan daya tampung sekolah SMA/SMK negeri yang ada.
Maka dari itu, masalah yang dinilai cukup penting ini harus segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tentunya akan bekerjasama dengan kelima wilayah yang dimaksud.
"Karena jumlah lulusan SMP tidak seimbang dengan ketersediaan sekolah SMA negeri atau SMK negeri pemerintah, sehingga terjadi jumlah yang sangat banyak yang harus tertangani," ujar Dedi Mulyadi.
Langkah yang akan segera diambil oleh Dedi Mulyadi untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, yaitu di tahun 2026 mendatang ia akan segera membangun sekolah-sekolah negeri di daerah yang membutuhkan sekolah pemerintah.
"Untuk itu di tahun depan kita akan segera membangun sekolah-sekolah di daerah-daerah yang sangat membutuhkan sekolah pemerintah," jelasnya.
Pembangunan sekolah negeri tersebut merupakan komitmen yang dibuat oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi karena ia menilai di tahun-tahun sebelumnya semua itu belum direalisasikan yang optimal.
Rencananya di tahun 2026 mendatang, Dedi Mulyadi akan membangun kurang lebih sebanyak 50 sekolah negeri di berbagai daerah di Jabar.***