RADAR BOGOR - Video perkelahian dua kelompok pelajar setingkat SMA yang belum lama ini viral di media sosial mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut terdengar dua kelompok pelajar yang terlibat perkelahian itu menggunakan bahasa Sunda.
Menurut gubernur Jawa Barat tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa kedua kelompok pelajar tersebut berasal dari Jawa Barat.
"Saya sampaikan ada sesuatu yang relatif berkembang di media sosial tentang perkelahian dua kelompok pelajar setingkat SMA berbahasa Sunda," kata Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.
Lebih lanjut, Menurut Dedi fakta yang ia temukan bahwa kedua kelompok pelajar yang ada dalam video tersebut bukan berasal dari Jawa Barat.
"Orang banyak yang menyampaikan pesan kepada saya tadi malam dan setelah saya cek itu bukan terjadi di Jawa Barat," sambungnya.
Pria yang akrab disapa KDM itu lantas mengatakan bahwa pelajar yang terlibat dari tawuran itu berasal dari sekolah SMK di Lebak, Provinsi Banten bukan Jawa Barat.
Dedi berharap agar permasalah pelajar tersebut bisa segera ditangani, sehingga anak-anak yang terlibat bisa dilakukan pembinaan yang baik dan mendidik.
Orang nomor satu di Jabar itu kemudian memberikan salah satu solusi dinilai cukup efektif dalam mengatasi masalah tawuran pelajar yang sudah digunakan di Jawa Barat, yaitu barak militer.
"Bisa mengadopsi pembinaan barak militer seperti di Jawa Barat dan banyak terjadi perubahan," jelas Dedi Mulyadi.
Di akhir video yang ia unggah, Dedi Mulyadi meminta kepada seluruh peserta didik di Jawa Barat agar tetap semangat dan tekun dalam belajar.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memiliki perhatian yang sangat lebih terhadap dunia pendidikan yang ada di wilayah tersebut.***
Editor : Eka Rahmawati