RADAR BOGOR - Memberikan sambutan dalam Rakerkonas Apindo di Bandung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beberkan soal 2 kebijakan pelayanan investasi.
Kebijakan strategis soal pelayanan investasi itu, diungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, khususnya soal infrastruktur hingga perizinan.
“Pertama, seluruh belanja provinsi dan kabupaten, 60 persen prioritas utama adalah infrastruktur. Infrastruktur jalan, air bersih, ketenagalistrikan, pengelolaan sampah, pengelolaan lingkungan,” papar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut KDM menyebut bahwa kebijakan infrastruktur tersebut akan menjadi fokus Pemprov dan diteruskan sampai ke daerah.
“Ini menjadi fokus kita dan itu sampai daerah. Sampai daerah untuk apa? Kalau infrastrukturnya sudah baik, maka pemerintah menjadi pelayan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa, seluruh kawasan industri yang butuh ketersediaan infrastruktur. Sekarang bisa melewati Pemprov.
Dedi juga telah mengumumkan, ke semua kawasan industri di Jawa Barat yang membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk mengajukan ke Pemerintah Jabar.
“Kenapa? Ini komitmen kami terhadap pelayanan investasi di Jawa Barat,” imbuhnya.
Selanjutnya, KDM menjelaskan perihal kebijakan strategik kedua untuk kelancaran investasi yang berkaitan dengan perizinan.
“Yang kedua, Kepala Dinas Penanaman Modal setiap hari harus berselancar, mengecek ke seluruh kabupaten kota, memastikan masih adakah perizinan yang tertunda. Masih adakah UKL, UPL yang nggak selesai-selesai, masih adakah rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi yang nggak kelar-kelar,” tuturnya.
KDM menambahkan bahwa, ia biasanya akan turun langsung dan memastikan tidak ada hambatan untuk layanan investasi.
“Saya biasanya secara teknis turun langsung untuk mengkoordinasikan. Untuk apa? Memastikan seluruh aspek administratif itu tidak menjadi hambatan investasi,” ucapnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi dengan tegas mengungkapkan bahwa, investasinya harus ramah lingkungan. Jika tidak, otomatis akan ditutup.
“Tetapi investasinya adalah investasi yang ramah lingkungan. Tidak merusak lingkungan. Kalau yang merusak lingkungan, saya tidak segan-segan menutupnya,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga