RADAR BOGOR - Polisi tangkap belasan preman di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, yang kerap bikin resah masyarakat. Belasan preman itu ditangkap karena melakukan aksi premanisme bermodus Pak Ogah.
"Ada 13 orang ditangkap dalam operasi penertiban matel dan preman jalanan," kata Kapolsek Beji, Kompol Josman saat dikonfirmasi Radar Bogor, Kamis 7 Agustus 2025.
Dia mengatakan, operasi preman tersebut dilaksanakan untuk menertibkan kegiatan premanisme.
Operasi menyasar preman yang membantu pengendara untuk balik arah di U-turn (putaran balik) dengan uang Rp 1.000-2.000.
Sebanyak 13 jukir liar tersebut ditahan di Polsek Beji dan dilakukan pendataan guna dibina lebih lanjut.
Selain itu, Polsek Beji juga menangkap debt colector atau matel (mata elang). Ada empat matel yang ditangkap polisi.
Penangkapan matel itu berawal dari adanya laporan masyarakat perihal aksi Matel yang kerap meresahkan warga.
"Dalam Operasi Penertiban Premanisme Matel dan Parkir Liar di wilayah Beji Depok, kami berhasil mengamankan 4 orang pelaku Matel dan saat ini sedang kami proses lebih lanjut," tuturnya.
Sementara itu Teguh pengguna jalan Margonda asal Sukmajaya mengatakan aksi premanisme jukir liar dan matel kerap meresahkan pengguna jalan.
Terlebih matel yang kerap menghentikan paksa kendaraan ditengah jalan secara bergerombol.
Ia berharap operasi seperti ini rutin dilakukan polisi untuk menciptakan Depok bebas matel dan aksi premanisme.
"Bagus, razia tiap hari kalau bisa, biar bebas preman Depok ini. Soalnya sudah sangat meresahkan soalnya. Apalagi matel, saya sempat menolong ibu-ibu yang jadi korban matel," katanya kepada Radar Bogor Kamis 8 Agustus 2025.
Senada dikatakan oleh Agung warga Depok lainya. Ditemui Radar Bogor di Jalan Margonda, ia mengaku kerap melihat matel beraksi di Jalan Margonda. Untuk itu ia berharap agar razia matel dilakukan setiap hari.
"Keberadaan matel ini sudah sangat meresahkan. Serial sudut di kota Depok ini banyak matek berkeliaran. Razia setiap hari, tangkapin semua," harapnya.(Faj)