RADAR BOGOR - Dalam pertemuannya dengan Kadisdik Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, membahas banyak hal, termasuk salah satunya adalah banyaknya wilayah yang kekurangan sekolah.
Kekurangan sekolah tersebut, membuat adanya rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Kadisdik membangun 50 unit sekolah baru di sejumlah wilayah.
Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2026 tesebut, dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengingat di beberapa wilayah di Jawa Barat masih kekurang sekolah negeri.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, sedikit ada empat wilayah yang dinilai masih membutuhkan pembangunan sekolah baru, seperti Bandung, Bogor, Bekasi, hingga Depok.
Orang nomor satu di Jabar itu lantas mengatakan, ternyata kekurangan sekolah itu terletak di wilayah perkotaan bukan pedesaan, sehingga hal itu menjadi salah satu konsennya di tahun depan.
"Jadi kurang sekolah bukan di daerah terpencil, bukan di pedesaan, bukan di dekat hutan. Di pusat kota anu kadeuleu ku mata (kelihatan oleh mata)," ucap Dedi.
Hal itu juga dibenarkan oleh Kadisdik Jabar, Purwanto yang mendengar apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi dalam pertemuan tersebut.
"Bandung raya, Bogor, Depok dan Bekasi," ujar Purwanto.
Lalu, apa yang menyebabkan wilayah yang masuk perkotaan bisa kekurangan sekolah seperti itu? Berikut penjelasannya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi secara terang-terangan mengungkapkan penyebab kekurangan sekolah di wilayah tersebut.
Menurut ayah Ni Hyang itu, kekurangan sekolah disebabkan beberapa hal, termasuk salah satunya adalah tidak adanya penyesuaian pembangunan dengan jumlah penduduk di wilayah tersebut.
"Karena buat sekolahnya tidak disesuaikan dengan jumlah penduduk pada setiap wilayah," jelas Dedi Mulyadi.
Sehingga diharapkan dengan adanya pembangunan unit sekolah baru pada tahun 2026 mendatang bisa secepatnya untuk menyelesaikan permasalah tersebut.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga