Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bantu Gereja di Cianjur yang Terancam Disita: Saya Akan Cari Teman-Teman untuk Membantu Membayar Tunggakan

Robecca Sesaria • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 21:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama pendeta Paripurna Simatupang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama pendeta Paripurna Simatupang.

RADAR BOGOR - Seorang pendeta bernama Paripurna Simatupang di Cianjur menghadapi utang sebesar Rp6 miliar. Hal itu diketahui saat dirinya bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Tanah gereja di Cianjur tersebut dijadikan jaminan, namun karena tidak mampu dilunasi, kini berada di ambang penyitaan. Pendeta Simatupang bahkan terlihat menangis saat menyampaikan permohonannya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kasus gereja di Cianjur ini, seperti dijelaskan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, adalah masalah perdata murni.

Namun, meskipun demikian, kasus ini berpotensi menimbulkan dampak sosial yang signifikan di masyarakat.

Menurut KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, jika gereja tersebut disita, proses untuk membangun kembali akan jauh lebih rumit dan mahal.

Tidak hanya harus membeli tanah baru dan mengurus perizinan yang memakan waktu, tetapi hal itu juga berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, KDM menilai bahwa melunasi tunggakan utang adalah solusi yang paling bijak dan efisien.

Sebagai respons atas permasalahan ini, Dedi Mulyadi tidak tinggal diam. Ia berjanji akan mengambil peran sebagai fasilitator untuk mencari jalan keluar.

Langkah utama yang akan ia lakukan adalah menggalang dukungan dari para pengusaha dan jemaat Kristen lainnya.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut berencana untuk mengajak mereka bergotong royong membantu melunasi hutang gereja tersebut.

Dengan begitu, pihak peminjam akan mendapatkan haknya dan gereja bisa tetap berdiri sebagai pusat ibadah.

Tak hanya upaya penggalangan dana, pria kelahiran tahun 1971 ini juga berencana untuk berkomunikasi dengan pihak pengadilan.

Tujuannya adalah untuk mengajukan permohonan agar proses penyitaan aset gereja tersebut dapat ditunda sementara waktu.

Langkah ini penting untuk memberikan waktu bagi Gubernur Jabar dan tim untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan.

Tak lupa, Dedi Mulyadi berpesan kepada jemaat supaya mereka tetap melanjutkan ibadah seperti hari biasa, tanpa terganggu oleh masalah yang ada.

KDM menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan gereja tersebut agar dapat terus menjadi tempat beribadah bagi para jemaatnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #cianjur