RADAR BOGOR – Seorang nenek asal Cianjur mengaku tidak pernah mendapat Bantuan Sosial (Bansos) kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Momen tersebut terjadi saat Dedi Mulyadi menghadiri acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga yang diselenggarakan di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Di hadapan Dedi Mulyadi, nenek tersebut mengatakan bahwa ia bekerja sebagai tukang rongsokan yang setiap hari mengumpulkan barang bekas untuk dijual ke pengepul.
“Sapopoe naon gawe téh? (Sehari-hari kerja apa?)” tanya Dedi Mulyadi, dilansir dari kanal YouTube Eka Sagara.
“Emak ngarongsok di jalan,” sahut sang nenek.
Upah yang ia dapatkan dari barang rongsokan tersebut per minggu sebesar Rp50 ribu, sehingga per bulan hanya menerima Rp200 ribu.
Uang tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, seperti beras dan lauk pauk yang ia serta keluarganya butuhkan.
Meski penghasilannya tidak mencukupi, sang nenek tetap bersyukur atas takdir yang diberikan kepadanya.
Ketika belum memiliki cukup uang untuk membeli kebutuhan pokok, terkadang ia berutang ke warung untuk menutupi kekurangannya.
Sampai akhirnya, Dedi Mulyadi bertanya kepada nenek tersebut apakah ia mendapatkan bansos dari pemerintah.
“Menang bantuan teu, bantuan pangan non-tunai?” tanya Dedi Mulyadi.
Nenek yang diketahui memiliki anak sedang sakit itu mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak menerima bansos apa pun dari pemerintah.
“Lapur alhamdulillah. Kamari gé tah mangkukna batur mah dibéré béas di desa, urang mah seuri (Tidak alhamdulillah. Kemarin juga orang lain diberi beras di desa, saya hanya tertawa),” sahut nenek asal Cianjur itu.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi merasa prihatin. Menurutnya, seorang nenek yang sudah sangat tua seperti itu seharusnya menerima bantuan.
Kendati demikian, orang nomor satu di Jabar itu mengatakan kepada sang nenek agar tidak risau dengan bansos yang diterima orang lain.
Menurutnya, nenek tersebut memiliki mentalitas yang kuat dan sejatinya adalah orang kaya karena tetap berjuang meski tanpa bantuan.
“Tapi kieu, Mak, ngges tong ngarep-ngarep bantuan, tong nyengcerikan batur menang béas atanapi henteu, cingcirining emak téh benghar (Tapi gini, Mak, sudah jangan berharap bantuan, jangan menangisi orang lain dapat beras atau tidak, itu tandanya Emak kaya),” pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.***
Editor : Eli Kustiyawati