RADAR BOGOR - Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, alokasi untuk sektor infrastruktur mengalami lonjakan.
Anggaran untuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya di wilayah Jawa Barat melonjak drastis.
Misalnya bukan sekadar mengganti lampu jalan yang padam, melainkan transformasi menyeluruh dalam menciptakan infrastruktur jalan provinsi yang aman, nyaman, dan berdaya tarik wisata.
Program tersebut mencakup perbaikan tiang PJU yang sudah berkarat, penggantian lampu mati agar pencahayaan kembali optimal, serta penataan ulang marka jalan sesuai standar provinsi.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tancap Gas Genjot Produksi Pangan: Dari Pompa Air, Traktor Canggih, hingga Bonus Sapi untuk Petani Organik
Ke depan, jalan-jalan provinsi akan diberi ciri khas tersendiri berupa garis marka berwarna kuning-putih serta patok jalan dengan cat hijau, sehingga para pengendara dapat lebih mudah mengenalinya.
Tidak hanya berfokus pada penerangan, Pemprov Jawa Barat di bawah pengawasan Dedi Mulyadi juga akan menata kawasan sekitar jalan.
Bangunan liar yang merusak estetika akan ditertibkan, drainase akan diperbaiki untuk mencegah banjir, dan kios UMKM akan didesain ulang agar lebih rapi sekaligus menarik bagi wisatawan.
Melalui langkah terobosan ini, Dedi Mulyadi meyakini bahwa tampilan jalan-jalan provinsi di Jawa Barat akan mengalami perubahan besar menjadi lebih terang, rapi, dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga: Nenek Asal Cianjur Curhat Tidak Dapat Bansos, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beri Respons Begini
Harapannya, langkah ini tidak hanya mempercantik tampilan kota dan desa, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Menariknya, pembangunan infrastruktur ini akan berjalan selaras dengan penguatan sektor pertanian, sebagian lahan milik provinsi akan dimanfaatkan untuk pembenihan padi dan jagung unggul.
Dengan demikian, infrastruktur jalan yang mumpuni akan mendukung distribusi hasil panen petani, sehingga rantai pasok pangan menjadi lebih efisien dan menguntungkan semua pihak.
Menurut Dedi Mulyadi, sinergi antara infrastruktur jalan dan pertanian adalah kunci untuk membangun kemandirian pangan Jawa Barat.
“Kalau jalannya bagus, petani bisa mengirim hasil panen lebih cepat dan murah, ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan program ini, wajah Jawa Barat diproyeksikan akan mengalami transformasi besar, jalan lebih terang dan tertata, kawasan sekitar menjadi lebih rapi, serta produksi pangan meningkat.
Menurut Dedi Mulyadi semua ini menjadi langkah nyata menuju provinsi yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi.***