RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus bergerak cepat memacu produksi pangan di tengah momentum datangnya musim hujan.
Langkah strategis ini difokuskan pada peningkatan indeks pertanaman agar lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang tahun.
Gubernur Jawa Barat menegaskan, percepatan produksi ini tidak hanya soal menanam lebih banyak, tetapi juga memastikan petani mendapatkan sarana, teknologi, dan dukungan yang memadai.
Berbagai bantuan strategis pun telah disalurkan, mulai dari pompa air untuk menjamin pasokan irigasi, traktor modern untuk mengolah lahan lebih cepat, hingga pupuk organik guna menjaga kesuburan tanah tanpa merusak lingkungan.
Atasi Masalah Benih, Gandeng IPB
Masalah benih yang kerap menjadi keluhan petani juga menjadi perhatian khusus, selama ini, banyak petani mengaku menerima benih yang kualitasnya tidak sesuai dengan label, sehingga berdampak pada hasil panen.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemprov Jabar berencana memperkuat kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan memanfaatkan lahan sawah milik provinsi untuk pembudidayaan benih bersertifikat label ungu.
Benih unggul ini nantinya akan diperbanyak hingga mencapai label biru dan dibagikan kepada petani dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Sesar Citarik di Bogor, Jalur Patahan Aktif di Jawa Barat yang Membentang dari Sukabumi hingga Bekasi
Langkah tersebut akan diiringi dengan dukungan lembaga pengawasan dan sertifikasi benih agar kualitas tetap terjaga dari hulu hingga hilir.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, target akhirnya jelas yakni memastikan produksi pangan Jawa Barat meningkat signifikan, kesejahteraan petani terangkat, dan ketersediaan pangan di daerah tetap terjamin.
"Fokus kita jelas produksi meningkat, petani sejahtera, dan pangan Jawa Barat aman untuk seluruh warga," tegasnya.
Dengan strategi terpadu mulai dari dukungan peralatan, hewan ternak, perbaikan kualitas benih, hingga penguatan pertanian organik, Jawa Barat optimistis mampu menjadi salah satu lumbung pangan utama di Indonesia.***