RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto tentang kegiatan Outing Class.
"Emang outing class harus ngendong Pak?" tanya Gubernur Jawa Barat.
Purwanto mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berupaya menurunkan biaya pendidikan.
"Kan kita setiap tahun membayar sekolah," imbuhnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, sekolah di Jawa Barat dibayar menggunankan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
"Dana anggaran rehabilitasi sekolah, unit sekolah baru APBD-nya dikerahin untuk itu," lanjutnya.
Baca Juga: Lewat Program Adiwiyata, MI Al Khoeriyah Leuwisadeng Bogor Cetak Generasi Peduli Lingkungan
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, dana untuk sekolah jumlahnya sangat besar.
"Jumlah dari Rp31 triliun habis oleh Dinas Pendidikan sudah 12,4 triliun," sebutnya.
Setelah pemerintah capek-capek, Dedi Mulyadi melanjutkan, mengeluarkan uang cukup banyak.
Baca Juga: Perumahan Villa Pamulang Kota Depok Kebanjiran, Ribuan Warga Terdampak Dievakuasi
"Bahkan saya mungkin banyak yang enggak suka sama saya," pungkasnya
Gubernur Jawa Barat juga memberlakukan banyak larangan di sekolah, hingga biaya pendidikan harus gratis.
"Enggak boleh beli LKS di sekolah, enggak boleh beli seragam di sekolah, enggak boleh beli buku di sekolah, enggak boleh, harus free," tegasnya.
Namun, Dedi Mulyadi menilai, semua usaha tersebut tidak akan ada artinya.
"Kalau orang tuanya tiap hari ke anaknya ngasih buat motor-motoran, ngasih buat pulsanya gede, kemudian HP-nya kuotanya gede, HP-nya bermerek, pakai motor," ujarnya.
Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Barat membeberkan, anak-anak juga diberi akses untuk balapan dan menghisap tembakau.
"Ya enggak ada arti subsidi, dibuang. Karena orang tuanya tetap mengeluarkan biaya besar," tegasnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, tujuan banyak larangan dan aturan dilakukan untuk pendidikan.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras Semalaman, Kota Bogor Dikepung 20 Kejadian Bencana Alam, Warga Diminta Waspada
"Jadi tujuan kita serba melarang, serba mengatur itu agar orang tua tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk pendidikan anaknya," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti