RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengemukakan pendapatnya kepada Kepala Dinas Pertanian Jabar Dadan Hidayat soal kebijakan pertanian.
Dedi Mulyadi menyampaikan, masalah benih yang kerap dihadapi para petani.
"Saya ini petani. Beli benih teh loba nu bohong (beli benih banyak yang bohong). Beli ka toko ieu labelna biru, ternyata geus lewat (beli ke toko, katanya label biru, ternyata sudah lewat)," ceritanya.
Baca Juga: Deretan Bintang Sepak Bola Pecinta Kucing, Ada Salah hingga Dani Alves
Kepada Kadis Pertanian Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat mengusulkan untuk bekerja sama dengan IPB University.
"Bisa enggak sih kita, kerja sama sama IPB?" tanyanya.
Dedi Mulyadi mengatakan, lembaga pembenihan Jawa Barat bisa membuat penelitian tentang benih dan langsung dianggarkan.
Baca Juga: Awas Tertipu! 3 Bom Waktu dalam Mobil Bekas yang Bisa Bikin Kantong Anda Jebol
"Iya, bisa, Pak. Jadi selama ini kita memang mengadopsi sebetulnya benih-benih yang dihasilkan oleh lembaga penelitian," ucap Dadan Hidayat.
Kadis Pertanian Jabar menjabarkan, pihaknya mengadopsi dan memperbanyak benih.
"Kita punya lembaga, bahkan kita juga punya lembaga pengawasan dan sertifikasi benih," sebutnya.
Baca Juga: Jalan Bandung Cinere Kota Depok Lumpuh Terendam Banjir, Polisi Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif
Dadan Hidayat menuturkan, tugas pihaknya melakukan pengawasan peredaraan.
"Jadi kalau memang kita akan menggunakan benih berkualitas unggul, sangat kami dukung karena upaya peningkatan produksi itu satu di antaranya dengan peningkatan produktivitas," bebernya.
Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kadis Pertanian menjelaskan, salah satu upaya peningkatan produktivitas adalah menggunakan benih yang ungu.
Baca Juga: Soal Kasus Dugaan Korupsi di BRI Kedung Halang Bogor, Pakar Hukum Bilang Begini
"Kemudian itu daerah Tasik, ada satu komunitas pertanian berbasis organik, kemudian di Ciamis juga ada, satu desa organik semua," ujarnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, petani di dua wilayah tersebut sudah pintar.
"Enggak usah kita ajarin lagi, yang harus kita stimulus adalah bagaimana para petani organik kita kasih bonus, Pak," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menuturkan, komunitas petani tersebut harus diberi bonus sapi dan domba.
"Nanti hitung, Pak. Setiap areal tuh kasih bonus api sama domba, karena sumber pertanian organik di antaranya adalah kotoran, ternak, sapi," lanjutnya.
Dedi Mulyadi memerintahkan, untuk melakukan pengadaan atau bisa memberikan uang tunai kepada komunitas petani organik tersebut.
"Belanja sendiri dan rata-rata jujur tukang tani mah. Anu biasa teu jujur mah mediator (kebanyakan yang tidak jujur adalah mediator)," pungkas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti