Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pertanyakan Pengaruh Agama dalam Sistem Pendidikan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Apakah Kalau Ijazah Diberikan Sekolahnya Jadi Bangkrut?

Siti Dewi Yanti • Senin, 11 Agustus 2025 | 07:54 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan pengaruh agama dalam dunia pendidikan di Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan pengaruh agama dalam dunia pendidikan di Jabar

RADAR BOGOR - Dalam sambutannya saat melantik pengurus Pusdai Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan soal provinsi religius.

"Kita mendeclare diri provinsi Jawa Barat, provinsi religius. Di mana-mana, saya selalu ngomong, 'Iya, dari sisi statistik agamanya," ungkapnya.

Namun, Dedi Mulyadi mempertanyakan pengaruh agama dalama sistem pendidikan di Jawa Barat.

Baca Juga: Penghulu Dilatih Agar Tak Sekadar Jadi Pengadministrasi Akad Nikah, Kemenag: Pendamping yang Komunikatif dan Solutif

"Tapi apakah religiusitas itu hadir dalam sistem pendidikan kita? 600.000 ijazah orang ditahan di sekolah menurut saya tidak religius," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat memberikan alasan pernyataan sistem pendidikan yang tidak religius.

"Kenapa tidak religius? Kenapa Anda tidak meyakini pada Allah? Apakah kalau ijazah diberikan akan mengurangi rezeki Anda?" tanyanya.

Baca Juga: Bikin Mata Jadi Fresh Lagi! Menyelami Keindahan Bawah Laut di Sea World Ancol dengan Ribuan Biota yang Memukau dan Edukatif

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi bertanya soal sekolah yang menjadi bangkrut jika memberikan ijazah pada murid yang sudah lulus.

"Apakah kalau ijazah diberikan sekolahnya jadi bangkrut? Bukankah kita itu disumpah oleh Allah untuk mencintai anak-anak yatim, menyayangi orang-orang miskin?" tanyanya.

Gubernur Jawa Barat mewanti-wanti, bisa jadi ijazah yang ditahan merupakan anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Baca Juga: Jakarta Aquarium, Surga Bawah Laut di Tengah Kota yang Menawarkan Edukasi, Hiburan, dan Spot Foto Kelas Dunia

"Ketika kita menahannya bertahun-tahun, bahkan ada yang 20 tahun dengan tunggakan Rp1,5 juta bahkan Rp1 juta, jangan-jangan kita telah membunuh kehidupan mereka selama 20 tahun," tekannya.

Dedi Mulyadi menceritakan, kebijakan Gubernur Jawa Barat memberikan ijazah ada yang sebut bertentangan dengan prinsip akhlakul karimah.

"Kata saya, mana yang akhlakul karimah? Yang meminta memberikan ijazah, yang menentang pemberian pemberian ijazah. Ini penting," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat menyebutkan, soal ijazah yang ditahan harus selesai dan saat ini sudah hampir selesai.

Baca Juga: Cocok Buat Ditraktir Sama Bos! Jatinangor Resto Sajikan Menu Tradisional hingga Modern dengan Cita Rasa Juara dan Suasana Nyaman

"Kenapa ini dibangun? Bukankah Islam itu mengutamakan keberpihakan pada orang-orang miskin dan anak-anak yatim," tuturnya.

Dedi Mulyadi membeberkan, tujuan mendirikan sekolah bukan mencari keuntungan.

"Kita ingin mencerdaskan orang, ingin menyolehkan orang. Rezeki itu menyusul. Kenapa? Mari kita berangkat dari tradisi yang dibangun oleh para kiai dulu," tandas Gubernur Jawa Barat.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #Ijazah Ditahan