Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Sebut Pendidikan Harus Membentuk Karakter Siswa, Dedi Mulyadi: Diajar Maraban Domba

Asep Suhendar • Senin, 11 Agustus 2025 | 09:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas tentang pendidikan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas tentang pendidikan.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan tegas mengatakan bahwa pendidikan harus bisa membangun karakter peserta didik.

Menurut Dedi Mulyadi, pendidikan harus bisa mencetak manusia yang bisa menghasilkan sesuatu, baik dari sektor ekonomi atau yang lainnya. 
 
"Ari pendidikan kudu ngarobah sikap manusia anu kumaha, ngalengitkeun atau ngadatangkeunNgadatangkeun," ucap Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Humas Jabar.
 
(Kalau pendidikan harus merubah sikap manusia yang seperti apa, menghilangkan atau mendatangkan? Mendatangkan). 
 
Dalam hal ini, Dedi berpendapat, tidak sedikit hasil pendidikan anak belum bisa membantu kedua orangtuanya. Padahal, selama pendidikan orang tua mengeluarkan harta yang tidak sedikit. 
 
Baca Juga: Colek Bogor dan Kota Besar Lainnya, Gubernur Jawa Barat Ungkap Tahun 2020 Tidak Ada Pembangunan Sekolah, Dedi Mulyadi: Selama ini Abai Revitalisi
 
Masalah tersebut tentu mendapat sorotan dari Dedi Mulyadi, ia menilai seharusnya hasil dari pendidikan, anak-anak bisa menghasilkan sesuatu yang bisa membantu perekonomian orangtuanya. 
 
Oleh karena itu, menurutnya pendidikan harus bisa membentuk karakter seseorang menjadi sosok yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
 
"Mantak kuring nyebutkeun, pendidikan teh ngabentuk karakter manusia (Maka saya mengatakan, pendidik itu membentuk karakter manusia)," ungkapnya. 
 
Baca Juga: Bertemu Pengusaha Asal Bandung yang Sukses di Singapura, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beri Pesan Seperti Ini
 
Pendidikan baginya bukan study tour menggunakan bus pergi ke luar kota dengan biaya yang tidak sedikit, tapi membantuk karakter peserta didik menjadi sosok yang peka terhadap lingkungan dan pertanggung jawaban dengan hidupnya. 
 
"Diajar miceun runtah, diajar ngumah piring, diajar ngumah wadah, diajar maraban domba, diajar maraban hayam," ujarnya. 
 
(Belajar membuang sampah, belajar mencuci piring, belajar mencuci wadah, belajar memberikan makan doman dan ayam). 
 
Meski anak-anak diajarkan untuk mengembala domba, menurutnya belum tentu ketika sudah dewasa mereka berprofesi seperti itu. 
 
Bisa jadi, anak-anak tersebut menjadi pengusaha domba yang sukses, sehingga kelak bisa membanggakan kedua orangtua mereka.***
 
 

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat