RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan tentang masa kecilnya yang penuh dengan keprihatinan.
Momen tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga yang digelar di Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu.
Awalnya, Dedi Mulyadi bercerita tentang pendidikan yang harus bisa mencetak siswa yang berkarakter, yaitu manusia yang bermanfaat dan peka terhadap lingkungan.
Gubernur Jawa Barat ini berpesan agar orang tua tidak perlu khawatir anak tidak akan sukses ketika mereka diajarkan mengurus domba atau binatang ternak lainnya.
"Anu ngangon domba can tangtu tepika kolot jadi tukang ngangon domba, engke boga perusahaan domba (Yang mengembala domba belum tentu jadi tukang mengembala domba, nanti punya perusahaan domba)," ucapnya dilansir dari YouTube Humas Jabar.
Begitu pula anak-anak yang hari ini rajin mengurus sapi, siapa tahu kelak merek memiliki peternakan sapi yang bisa menguntungkan.
Dedi pun bercerita bahwa ia tempo dulu ketika masih kecil diajak untuk hidup mandiri, dirinya mengaku pernah berjualan rokok ketika duduk di kelas dua SMA.
"Ieu tukang rokok SMA kelas 2 dagang rokok ngasong tapi teu ngarokok (Ini tukang rokok SMA kelas 2 dagang rokok tapi tidak merokok)," ujarnya.
Bukan hanya itu, ketika semasa kecil Dedi juga mengatakan dirinya pernah menjadi tukang ojek hingga jadi tukang cangkul di sawah orang lain.
Semua itu ia lakukan agar tidak memberatkan beban orang tua untuk membiayai pendidikan dan hidup sang Gubernur.
Dalam hal ini, Dedi Mulyadi ingin menjelaskan bahwa sangat penting sekali pembentukan karakter anak diterapkan dalam sistem pendidikan, terutama di Jawa Barat.
Ia juga berasal dari keluarga yang sederhana dengan masa kecil yang penuh keprihatinan, tapi kini Dedi Mulyadi bisa menjelma menjadi sosok nomor satu di Jabar.***