Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Di Depan Mahasiswa IPB, Gubernur Jawa Barat Ngaku Pernah Ditertawakan dan Disebut Dukun, Dedi Mulyadi: ke Mana-mana Saya Pakai Sendal Jepit

Siti Dewi Yanti • Selasa, 12 Agustus 2025 | 08:52 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan kisah masa lalunya yang pernah ditertawakan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan kisah masa lalunya yang pernah ditertawakan

RADAR BOGOR - Saat menyapa mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor (IPB University), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan salah satu kisah hidupnya.

Dedi Mulyadi mengatakan, dirinya memegang tradisi.

"Saya ini orang tradisi banget. Dulu saya 5 tahun yang lalu seluruh omongan saya diketawain orang," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat membeberkan, selalu mengenakan ikat kepala dan pakaian tradisional ke manapun pergi.

"Saya pakai ikat. 'Wah, dukun mana ieu?' Ke mana-mana saya pakai sendal jepit, pakai pangsi ke mana-mana," ceritanya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengungkapkan, disebut sebagai tukang silat.

"'Wah, iyeu tukang silat teu anggeus' (tukang silat tidak selesai)," jelasnya.

Kepada mahasiswa IPB University, Gubernur Jawa Barat menjelaskan makna cerita yang disampaikan.

"Apa sih sebenarnya? Saya lagi cerita, enggak ada negara maju di manapun tanpa mengikatkan dirinya pada masa lalu," sebutnya.

Dedi Mulyadi menilai, negara yang mengalami kemajuan adalah negara yang mengikatkan diri pada masa lalu untuk membangun masa depan.

"Gayanya tradisi, berpikirnya teknologi. Membangun masa depan dengan masa lalu," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat memberikan contoh negara-negara yang tetap memegang masa lalu.

"Inggris itu menceritakan masa lalunya lewat konstitusi negaranya. Australia menceritakan masa lalunya dengan konstitusi negaranya.

"Jadi masa lalunya dibuat dalam konstitusi. Bab perbabnya ada sejarahnya, sehingga itu menjadi masa depan," terangnya.

Menurut Dedi Mulyadi, Indonesia membangun masa depan yang cerita masa lalunya merupakan cerita fiksi.

"Saya tadi mendengarkan apa yang disampaikan oleh Pak Rektor, cerita tentang integritas manusia, karakter manusia," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat mengatakan, belajar tentang integritas dan karakter tidak perlu jauh-jauh.

"Cukup sama nenek saya aja. Apa itu manusia Sunda? Karena seorang Sunda manusia Jawa Barat itu pendidikan karakternya disebutnya manusia panca waluya," jelasnya.

Dedi Mulyadi menjabarkan, tengah membuat anugerah pancawaluya bagi sekolah-sekolah yang mampu mengintegrasikan diri dengan lingkungannya.

"Membangun swasembada pengelolaan pertanian berbasis pendidikan," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat pun menerangkan makna panca waluya kepada civitas dan mahasiswa IPB University.

"Apa itu pancawaluya? Sederhana, Cager, bageer, bener, pinter, singer. Secara pendidikan inilah sistem pendidikan yang intelektual quotient, emosional quotient, spiritual quotient," tandas Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #dukun #gubernur jawa barat #ipb university