RADAR BOGOR - Gapura Panca Waluya merupakan salah program yang digagas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi di dunia pendidikan. Melalui program tersebut orang nomor 1 di Provinsi Jabar itu menggaungkan 5 nilai luhur.
Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, berakhlak mulia, dan berjiwa patriotis menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan.
Tidak banyak program yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut dengan menggabungkan kedisiplinan militer dan nilai-nilai kearifan lokal.
"Hari ini Anda mencatatkan kehidupan masa depan karena hari ini sudah mencatatkan kehidupan masa depan maka tidak boleh disia-siakan," pesan gubernur Jawa Barat dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Baca Juga: Viral Puluhan Pekerja Asal Jabar Minta Tolong ke Dedi Mulyadi karena Gajinya Tak Dibayar Sebulan Lebih, Gubernur Jawa Barat: Akan Kami Selesaikan
Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Jawa Barat Istimewa Batch 5 Tahun 2025 membuktikan bahwa sinergi antara kedua unsur ini dapat menghasilkan generasi muda yang tangguh, visioner, serta memiliki karakter yang solid.
Program ini digagas dan dilaksanakan berkat kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan dengan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Selama hampir tiga minggu, mulai 21 Juli hingga 11 Agustus 2025, para peserta dididik di Kesatrian Marinir Cilandak dan sejumlah lokasi pendukung di sekitarnya.
Lingkungan pelatihan yang kental dengan atmosfer kedisiplinan militer ini memberikan pengalaman nyata tentang arti ketertiban, kebersamaan, dan semangat juang yang tak tergoyahkan.
Baca Juga: Cepat Respons, Bupati Bogor Dapat Apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena Sigap Tangani Kerusakan Jalan di Sekitar IPB
Panca Waluya merupakan membentuk fondasi mental yang kokoh dan kepribadian yang unggul, sambil menanamkan lima nilai luhur ketarunaan yang menjadi ciri khasnya:
• Sager: sehat jasmani dan rohani, sehingga siap menghadapi berbagai tantangan fisik maupun mental.
• Bager: berbudi luhur dan memiliki etika dalam setiap tindakan.
• Benar: jujur, berintegritas, dan teguh pada prinsip kebenaran.
• Pintar: cerdas, terampil, dan mampu berpikir strategis.
• Singer: sigap, tangkas, dan siap merespons segala situasi.
Tahun ini, 146 peserta terpilih mengikuti pendidikan intensif tersebut, dibimbing oleh 65 penyelenggara yang terdiri dari pelatih marinir berpengalaman, pembina mental, serta tenaga pendukung yang memastikan setiap sesi berjalan efektif dan aman.
Baca Juga: Kata Gubernur Jawa Barat, Pinter Banget Belum Tentu Sukses, Dedi Mulyadi: Kesuksesan Itu Pada Kunci yang Kelima
Materi pelatihan dirancang komprehensif, mulai dari pembinaan mental ideologi, penguatan fisik, bela diri, keterampilan taktis, hingga kegiatan kebersamaan yang menumbuhkan rasa solidaritas dan kepemimpinan.
Seluruh peserta tidak hanya mampu menyelesaikan program dengan baik, tetapi juga menunjukkan peningkatan disiplin, ketahanan mental, dan rasa tanggung jawab yang lebih besar.
Keberhasilan ini mendorong lahirnya gagasan baru untuk memperluas cakupan peserta di masa depan.
Tidak hanya siswa, tetapi juga para guru diharapkan ikut merasakan langsung atmosfer pelatihan ini.
Alasannya sederhana tetapi mendalam yakni pendidikan karakter akan jauh lebih efektif jika seluruh ekosistem pendidikan baik murid maupun pendidik memiliki pemahaman, disiplin, dan semangat yang sejalan.
Jika rencana tersebut terealisasi, bukan mustahil sekolah-sekolah di seluruh Jawa Barat akan bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang berdisiplin tinggi, bersih, tertib, dan memiliki semangat kebersamaan yang kuat, layaknya kesatrian militer.
Inilah investasi jangka panjang yang diyakini mampu melahirkan generasi emas Jawa Barat generasi yang sehat, berbudi luhur, jujur, cerdas, dan sigap membangun bangsa.***