Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kata Gubernur Jawa Barat, Pinter Banget Belum Tentu Sukses, Dedi Mulyadi: Kesuksesan Itu Pada Kunci yang Kelima

Siti Dewi Yanti • Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:56 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, orang pintar belum tentu sukses
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, orang pintar belum tentu sukses

RADAR BOGOR - Dalam sambutannya kepada mahasiswa baru dan civitas akademik IPB University, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan karakter manusia yang ingin dibangun.

Dedi Mulyadi menyebutkan, pendidikan karakter manusia Jawa Barat disebut manusia panca waluya.

"Nah, apa itu panca walua? Sederhana, Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer (Sehat, Baik, Benar, Pintar, Kreatif)," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat mengatakan, intelektual menempati ranking keempat dalam sistem pembentukan karakter manusia.

"Keempat, jangan sombong. Jadi bagi yang pintar-pintar banget, belum tentu sukses," pungkasnya.

Jangan merasa rendah diri, Dedi Mulyadi menyampaikan, bagi yang tidak pintar.

"Kenapa? Bisa jadi sukses. Kenapa? Karena kesuksesan itu pada kunci yang kelima kata Pak Profesor tadi, apa itu singer? Apa itu singer? Daekan," lanjutnya.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan makna singer atau daekan.

"Apa itu daekan? Mau mengerjakan apapun tanpa pernah ada rasa gengsi dalam dirinya, maka dia akan berusaha mencapai apa yang diinginkan," tekannya.

Dedi Mulyadi, karakter singer akan mengedepankan sikap kerja keras dalam hidupnya.

"Makanya tidak aneh banyak orang DO (drop out) di perguruan tingginya, malah sukses," tambahnya.

Namun, Gubernur Jawa Barat menegaskan, tidak mengajari mahasiswa untuk DO.

"Apalagi doktor, masa enggak lebih sukses daripada yang DO," tuturnya.

Dedi Mulyadi juga membeberkan, kelemahan yang dialami anak-anak Indonesia.

"Anak Jawa Barat hari ini ngomong pintar, pintar banget. Ngomongnya juga sudah sulit dikalahkan. Kemudian landasan berpikirnya kokoh banget. Apa itu? Mbah Google," ucapnya.

Menurut Gubernur Jawa Barat, hal tersebut karena semua pengetahuan sudah tersedia engan mudah.

"Tapi ingat, Anda mengandalkan pengetahuan hanya dari Mbah Google saja, maka otak Anda terbatas pada apa yang ada di Google," tegasnya.

Sementara, Dedi Mulyadi mengungkapkan, banyak hal yang harus diselesaikan di kehidupan manusia tanpa harus tergantung pada Google.

"Anak sekarang pintar, kenapa? Karena akses informasinya terbuka. Dulu zaman saya kecil, ada hal yang boleh saya ketahui, ada hal yang tidak boleh saya ketahui," ceritanya.

Gubernur Jawa Barat menerangkan, saat dahulu, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dipertanyakan.

"Ada kalimat pamali," bebernya.

Saat ini, Dedi Mulyadi menjelaskan, seluruh batasan seperti dahulu sudah tidak ada lagi.

"Orang boleh mengakses seluruh pengetahuan baik di dalam maupun di luar negeri. Semua bisa dilakukan," tandas Gubernur Jawa Barat.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #kunci sukses