RADAR BOGOR - Kali Angke di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok meluap. Membuat 1.500 warga kebanjiran.
Banjir tersebut bukan kali pertama terjadi. Luapan Kali Angke sudah sering menmbuat warga di sana kebanjiran.
Data yang dihimpun Radar Bogor, banjir akibat luapan air Kali Angke pernah terjadi pada Maret 2020.
Kemudian satu bulan berselang banjir kembali terjadi pada April tahun 2020. Ketinggian banjir saat itu mencapai 60 sentimeter.
Kemudian, banjir parah kembali terjadi pada 2022. Ketinggian banjir naik tiga kali lipat. Banjir setinggi 1,5 meter terjadi pada Juli 2022. Penyebabnya, luapan kali Angke dan jebolnya tanggul.
Tiga tahun berselang, banjir kembali terjadi pada Agustus 2025. Banjir setinggi leher orang dewasa terjadi di Perumahan Villa Pamulang Bojongsari Depok.
Banjir tersebut diakibatkan oleh kondisi Kali Angke yang sudah mulai dangkal. Hal itu diamini Wali Kota Depok Supian Suri saat meninjau lokasi banjir beberapa waktu lalu. "Ada sedimentasi tinggi dekat bendung," katanya kepada Radar Bogor.
Ia mengatakan, Pemkot Depok berencana akan melakukan pengerukan Kali Angke tersebut untuk mengantisipasi banjir serupa.
Lalu seperti apa kondisi Kali Angke? Pantauan Radar Bogor Selasa 12 Agustus 2025, kondisi Kali Angke terlihat dangkal. Nampak aliran sungai berwana cokelat pekat bercampur lumpur.
Selain itu, banyak turap yang berada di kali Angke ambrol. Salahsatunya di atas jembatan Kali Angke pondok petir.
Heru warga setempat mengatakan, Kali Angke harus segera dinormalisasi. Dilakukan pengerukan, pasalnya, saat hujan deras di Bogor, Kali Angke cepat meluap.
"Sudah dangkal, jadi kalau di Bogor hujan deras, air yang datang ke sini cepat naik," katanya kepada Radar Bogor Selasa 12 Agustus 2025.
Ia berharap Wali Kota Depok Supian Suri bisa segera merealisasikan normalisasi Kali Angke agar banjir serupa tidak terjadi.
"Kemarin sempat ditinjau, katanya mau normalisasi, kami harap bisa segera dilakukan, sebelum musim hujan nanti," harapnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin