Pada momen tersebut Dedi Mulyadi memanggil salah satu mahasiswi naik ke atas panggung untuk berbincang dengan dirinya.
Mahasiswi bernama Kinanti itu lantas menceritakan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi, bahwa dirinya berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.
Kinanti juga mengungkapkan pekerjaan orang tuanya yang merupakan seorang guru di salah satu sekolah yang tidak jauh dari IPB University.
"Orang tuanya kerja apa?" tanya Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel.
"Mamah saya seorang guru," sahut Kinanti.
Di momen Ospek tersebut, mahasiswi ini bercerita bahwa ia selalu diantar oleh sang ibu karena ayahnya sudah meninggal dunia.
Di samping itu, Kinanti juga mengungkapkan, bahwa selama mengikuti kegiatan di kampus, mahasiswa baru dilarang untuk menggunakan kendaraan pribadi.
"Kalau lagi Ospek gak boleh bawa kendaraan pribadi," ujar Kinanti.
Mendengar hal itu, Dedi lantas bertanya siapa yang membuat peraturan tersebut, "Gak boleh bawa kendaraan pribadi, sama siapa?," tanyanya lagi.
Mahasiswi ini awalnya tidak berani mengatakan siapa yang membuat peraturan tersebut, "di peraturannya udah kaya gitu pak," sahutnya.
Sontak momen tersebut membuat mahasiswa lain tertawa, sampai akhirnya ia menjelaskan, bahwa peraturan itu dibuat oleh panitia acara.
"Peraturannya dibuat sama panitia," jelas Kinanti.
Dedi kemudian meminta penjelasan secara rinci dari peraturan tersebut, hingga membuat mahasiswa baru IPB yang satu ini merasa bingung.
Satu hal yang membuat semua mahasiswa tertawa saat Dedi Mulyadi meminta agar Kinanti lebih bersikap kritis dengan peraturan yang dibuat panitia Ospek.
"Mahasiswa harus kritis, kamu jangan mau dibohongi panita," ujar Dedi Mulyadi.
Dalam hal ini, Gubernur Jawa Barat itu tampak ingin menguji nalar kritis yang dimiliki oleh salah satu mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor tersebut.***