RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk berdiskusi tentang lahan yang ada di Jabar.
Dedi Mulyadi menyebutkan pertemuan tersebut untuk berkonsultasi terhadap tiga hal.
"Yang pertama adalah melakukan upaya penghijauan di areal tanah di Jawa Barat, terutama di areal PTPN yang sudah banyak alih fungsi," ungkapnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, lahan-lahan yang ada di Jabar akan dikembalikan ditanami tanaman asalnya.
"Jadi teh kembali teh, kopi ditanamin kopi. Kemudian karet kembali karet tetapi ditanamin padi," ungkapnya.
Kemudian, Dedi Mulyadi menambahkan, areal hutan juga akan ditanami oleh kopi dan berbagai tanaman lainnya yang bisa menumbuhkan produktivitas.
"Yang kedua adalah adanya investasi di wilayah Kabupaten Subang, VinFast dan BYD," jelasnya.
Gubernur Jawa Barat menerangkan, di areal yang akan menjadi lokasi investasi, ada kalimat LP2B.
"Tetapi sesungguhnya areal sawahnya sudah tidak ada, tetapi kalimat LP2B-nya masih ada di peta data tata ruang," tambahnya.
Baca Juga: Pendapat Ahli, Pemegang Saham Harus Bisa Buktikan Setoran Modal
Sehingga, Dedi Mulyadi menyampaikan, pihaknya ingin melakukan penyelarasan agar investasi berjalan dan pertanian tergantikan.
"Dan tadi saya mendapat rekomendasi strategik adalah mengganti tiga kali lipat," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat memberikan contoh rekomendasi strategik yang akan dilakukan.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Lantik 7 Pejabat Eselon 2, Berikut Nama dan Posisi Jabatannya
"Jadi kalau ada areal LP2B namanya LP2B 200 maka nanti disiapkan 600 hektar sawah baru dan kalau 70 berarti 3 kali, 210 hektar sawah baru," bebernya.
Dedi Mulyadi menekankan, akan melakukan semuanya dengan cepat.
"Semuanya berada di wilayah Jawa Barat dan dimungkinkan mungkin di wilayah Indramayu karena lebih dekat dengan Kabupaten Subang," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti