RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan nenek asal Cianjur saat menghadiri acara Nganjang ka Warga.
Kepada Dedi Mulyadi, nenek tersebut menceritakan, memiliki profesi sebagai pemulung atau tukang rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Sapopoe naon gawe teh ma (sehari-hari bekerja apa)?" tanya Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Penurunan Angka Stunting Jadi Fokus Utama, Pejabat di Kota Bogor Bakal Jadi Bapak Asuh
"Ngarongsok (mulung)," jawab nenek tersebut.
Nenek tersebut menceritakan dalam seminggu, ia mendapat uang Rp50.000
"Sabulan menang 200 pakai naon duit 200 (sebulan dapat Rp200 ribu, pakai apa uang Rp200 ribu)?" tanya Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Kabar Gembira! 105.501 KPM Bansos di Daerah Ini Siap-siap Terima KKS Baru dan Bantuan Atensi YAPI
Nenek tersebut menjelaskan, uang tersebut digunakan untuk membeli beras.
"Mahi 200 sabulan, lamun nutupanna ti mana (cukup Rp200 ribu sebulan, nutupin pengeluaran dari mana)?" tanya Gubernur Jawa Barat
"Asok nganjuk naur we pokona (suka menghutang saja pokoknya)," jawab nenek tersebut.
Baca Juga: 10 Masalah Kaki-Kaki Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara di Indonesia, Simak Tips Deteksi Dininya
Dedi Mulyadi menanyakan total jumlah hutang nenek di warung.
"Hutang ka warung aya Rp2 jutaeun (hutang ke warung mencapai Rp2 juta)?" tanyanya.
"Moal atuh da urang ge mikir (Engga, saya juga berpikir)," tutur nenek tersebut yang disambut dengan gelak tawa.
Nenek tersebut mengatakan, hutang ke warung sekitar Rp300 ribuan.
"Hutang ka warung teh urang lunasan," pungkas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat pun memberikan sejumlah uang kepada nenek tersebut, yang langsung disambut dengan doa.
"Sing pasali jodoh anu salehah, anu beriman, anu takwa ibadah, bahagia dunia akhirat.
"Semoga diberikan jodoh yang sholeha, beriman, bertakwa dan beribadah, bahagia dunia akhirat," tegas nenek tersebut.
Mendengar doa dari sang nenek, Dedi Mulyadi tersenyum dan langsung memeluk.
Editor : Siti Dewi Yanti